Jadi Blogger Itu Tidak Enak?

Advertisement
advertisement
Lagi-lagi saya membuat postingan hanya untuk memenuhi rak arsip saja. jadi, saya mohon dengan sangat. anda tidak usah membacanya, karena hanya membuang waktu berharga anda. lebih baik anda berkunjung ke blog lain untuk mencari hal-hal yang lebih penting buat anda.

Sekali lagi, saya tegaskan. silakan anda pindah ke tempat lain, karena postingan ini hanya untuk menularkan ide iseng dari otak saya. kalau boleh saya beri saran, sebaiknya anda mengunjungi Blogernas saja. disana anda bisa membaca hal-hal penting yang mungkin berguna untuk anda.

Nah, silakan anda pergi kesana dan meninggalkan blog ini. jadi, selamat tinggal.

Jika anda ingin melanjutkan membaca, itu adalah resiko anda. mungkin waktu anda akan terbuang percuma. tapi, saya tidak akan menjamin kalau anda akan mendapatan sesuatu yang anda inginkan setelah membaca tulisan ini.

Sebenarnya blogger itu adalah seorang penulis dan blognya adalah bukunya. jika penulis di dunia nyata harus menulis satu buku dalam waktu yang lama, untuk mendapatkan hasil yang baik dan sesuai keinginannya.

Sementara, blogger hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk menulis bukunya. tapi, apakah semudah itu??? tentu tidak. jika penulis di dunia nyata sudah menyelesaikan bukunya, maka dia hanya tinggal mengirimnya ke penerbit lalu menunggu buku itu beredar, dibeli dan akhirnya mendapatkan uang.

Setelah menyelesaikan bukunya (blog), seorang blogger harus tetap menulis. dia tidak bisa hanya mengirimnya lalu menunggu. apa yang ditunggu??? tidak mungkin setiap pengunjung rela mengeluarkan uang untuk membaca sebuah blog, bahkan tidak ada yang membayarnya untuk menulis.

Lalu apa untungnya jadi blogger??? bukankah lebih enak jadi penulis di dunia nyata, hanya menunggu. dapat uang lagi.

Menjadi blogger itu seperti menjadi pecandu narkoba (tapi blogger itu belum diharamkan sampai saat ini, dan semoga tidak akan pernah). bagi seorang blogger, menulis itu adalah sebagian dari kesehariannya, kalau sehari saja dia tidak menulis. maka akan muncul gejala seperti berikut ini :

1. tangannya terasa gatal-gatal ingin mencet keyboard.

2. kepalanya terasa pusing, karena terlalu banyak ide yang tidak bisa dituangkan pada apapun.

3. perutnya mual, karena tidak merasakan kepuasan dari menulis.

4. matanya terasa perih, karena tidak melihat rumahnya yang sangat indah.

5. mulutnya terasa asam, karena tidak bisa membalas setiap komentar yang masuk.

6. tubuhnya seperti orang sakaw, karena tidak dapat nge-blog.

Bedakan dengan penulis di dunia nyata, kalau mereka tidak dapat menulis. apakah mereka akan merasakan hal-hal itu??? tentu tidak. karena mereka bisa melakukan hal lainnya.

Kembali ke pertanyaan diatas, "Lalu apa untungnya jadi seorang blogger?".

Kepuasan. itulah jawabannya, karena setelah menulis, mengutak-atik template, sedikit blogwalking, berkomentar di blog lain, membalas komentar dan akhirnya kembali ke dasbor. kita akan merasakan sebuah sensasi yang hanya bisa dirasakan seorang blogger.

Nah, jadi tunggu apa lagi. tidak ada ruginya nge-blog. tidak usah berpikir apa yang akan ditulis. tulislah segalanya, toh tidak ada yang melarang. pada ujung-ujungnya, kita juga bisa mendapatkan uang dari blog.

Jika tidak bisa update setiap hari, cukup 2 hari sekali. paling lama 3 hari sekali. kalau anda memang benar-benar sibuk, bisa satu minggu sekali. waktunya juga lumayan singkat, sekitar 1-2 jam saja cukup.

tapi, kalau anda punya banyak waktu. tidak ada salahnya berkunjung ke blog lain bukan.
Advertisement
advertisement
Jadi Blogger Itu Tidak Enak? | Ari Kurniawan | 5

4 Komentar:

  1. hahag...
    saya tidak tahu kalau gejala blogging bisa separah itu...hehe...tapi saya sangat setuju untuk pendapat yang pertama...gatal-gatal...saya jujur saja 2 hari kemarin juga merasa gatal-gatal...padahal saya sedang ol blogger karena sedang ada yang diurus sehingga tidak sempat posting...ingin blogwalking juga malas...seperti yang mas katakan...percuma blogwalking kalau belum posting...hehe...
    kalau saya 1-2 jam kurang mas...untuk menulis sebuah posting setidaknya saya perlu 2 jam...terus jalan-jlan sampai sore...hehe...

    BalasHapus
  2. Kalau saya perlu sekitar 4 jam untuk puas blogging, mas. itupun harus curi curi waktu biar nggak dimarah orang tua.

    sebenarnya gejalanya tidak separah itu, tapi bagi yang kecanduan, mungkin jauh lebih parah lagi.

    BalasHapus
  3. ckckc...
    hati-hati mas...
    ntar semua perangkat bloggingnya disita orang tua...hehe...
    yang penting gag buat mata jadi bureng dan otak tumpul aja gara-gara keseringan copas...hahag...

    BalasHapus
  4. saya kan jarang copas, mas. palingan cuma nyuri ide aja. mata saya memang sudah rusak karena terlalu sering depan komputer mas.

    untungnya orang tua jarang di rumah

    BalasHapus