Mie Instan dan Mie China

Advertisement
advertisement
Setelah satu harian terbelenggu dalam sakit ini. akhirnya dengan curi-curi waktu dan kesempatan, laptop ini berhasil saya curi lagi. hahahaha.... padahal dari tadi, sudah banyak ide-ide yang berseliweran tidak jelas di otak saya. tapi, susah untuk mengambil alih laptop ini dari atas lemari.

Nah, sekarang semuanya sudah dibawah kendali saya lagi. sekarang juga saatnya postingan. pasti blog ini sudah sangat lapar karena sudah seharian ini berpuasa dari segala jenis tulisan. makanya, malam ini kau akan ku traktir, wahai blogku.

Malam ini kamu akan dapat makan mie instan dan mie China. dua-duanya enak, dua-duannya mie.

Apakah anda semua tau apa yang saya maksud mie instan dan mie China?

Mari kita bahas satu per satu.

Mie Instan- mie ini adalah mie yang paling banyak digemari oleh orang Indonesia pada umumnya. pertama karena harganya yang memang cukup terjangkau,kedua karena cara membuatnya yang mudah dan ketiga rasanya yang cukup enak.

TAPI, dibalik semua kepraktisan tadi, tersimpan satu rahasia hitam. yaitu, mie instan apalagi dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang. bisa menyebabkan berbagai penyakit pencernaan. selain itu, bahan-bahan kimia di dalamnya tidak baik untuk tubuh.

Nah, itulah mie instan, praktis tapi beresiko.

Sekarang kita bahas tentang mie China.

Mie China- yang saya maksud mie China adalah mie buatan sendiri dengan campuran tepung, telur, bumbu dan kaldu ayam. kebersihannya bisa kita jamin sendiri, bahan-bahan yang digunakan juga terjamin mutunya. selain itu, rasanya sangatlah enak dan menyegarkan. apalagi kalau ditambah dengan sayuran.

TAPI LAGI, membuat mie sendiri sangatlah melelahkan. kita harus membuat semuanya, mulai dari mie sampai kaldunya. waktunya juga sangat lama. bisa berjam-jam. selain itu, hasilnya juga belum tentu sempurna dan bagus. kecuali kalau dikerjakan ahli.

Belajar dari kedua mie tadi, saya bisa belajar sesuatu yang ada hubungannya dengan facebook dan blog.

facebook itu seperti mie instan, menggunakannya sangat mudah dan praktis. bahkan sangatlah populer, walau masih kalah dibandingkan mbah gugel. hampir semua orang punya akun facebook.updatenya cukup dengan menulis beberapa kata. tapi, sama seperti mie instan, facebook juga menyimpan "racun" tersembunyi yang menyerang facebooker pelan-pelan.

pertama, para facebooker pasti akan kecanduan. kedua, secara tidak langsung mereka bisa merusak mata dan tubuh mereka karena terlalu lama Online. ketiga, kemampuan sosial mereka berkurang karena segalanya disampaikan lewat tulisan.

sementara blog mirip dengan mie China, tidak terlalu membuat kecanduan. contohnya para blogger yang sudah senior, mungkin cuma sejam di blognya. lalu, lewat blog kita bisa berbagi banyak hal. sangat jarang orang yang terlalu kecanduan nge-blog kecuali Dr.Prof. Erianto Anas

Tapi, sayangnya untuk jadi seorang blogger itu butuh sesuatu yang namanya "minat" untuk menulis. sedangkan tidak banyak yang punya minat menulis, sedangkan yang berbakat menulis pasti akan jadi penulis buku.

Satu hal yang paling membedakan blog dan facebook. terletak pada cara menggunakannya, para facebooker lebih suka menggunakan facebooknya untuk mengungkapkan isi hatinya dan berbagi apa yang dia rasakan. sedangkan para blogger, lebih sering menggunakan blognya untuk berbagi dari pada hanya sekedar menulis "Capek ni, pulang kerja".

Jadi, pilih mana? mie instan atau mie China? kalau saya pilih mie ayam saja.
Advertisement
advertisement
Mie Instan dan Mie China | Ari Kurniawan | 5

4 Komentar:

  1. hahaha....!
    Bisa aja penutup kamu mas. Saya termasuk mie mana ya ha ha...

    Masih sakit masih curi-curi waktu ngeblog ya mas. Saya mau larang juga gak mgk. Soalnya saya lbh parah lagi dari kamu, spt yg kamu tulis nama saya pada tulisan ini (makasi ya). Memang kalau dah jadi "candu" sptnya tidak ada yg bisa menghalangi. Kecuali jika kesempatannya yg benar-benar tdk bisa kita tembus. Misalnya tidak ada koneksi, lampu mati topal, dst. Dan kalau boleh saya nilai, sptnya kamu benar-benar terinspirasi untuk menulis. Dan hasilnya dari hari-ke hari saya lihat selalu ada peningkatan.

    Tapi sebisanya tahan jugalah semampunya untuk lebh byk istirahat mejelang amandelmu benar-benar pulih.....

    BalasHapus
  2. Sebenarnya, lewat sakit ini saya juga dapat hikmah. selain waktu nge-blog jadi berkurang, dampaknya saya dapat istirahat dan banyak ide.

    saya harap setiap tulisan saya ada pelajaran dan gunanya, seperti kata bapak dulu.

    BalasHapus
  3. hahag...saya iri mas...darimana mie bisa nyambung ke blogging...hahag...
    tapi oke dah...saatnya memilih...saya pilih mie China saja...tapi maaf saya lebih ketagihan blogging daripada facebook...karena faceebook tidak mengenal tanggap-menanggapi...eank di status juga tentang cinta (kayak saya) sehingga terkesan sangat lebai...hehe...
    begitulah menurut saya...

    BalasHapus
  4. bukankah kalau nge-blog juga ada tanggap- menganggapi, dan di blog juga ada yang namaya posting (status). tapi, benar juga kata mas ayub.

    di FB orang-orang biasanya terlalu lebay.

    BalasHapus