Blogger Orangutan

Advertisement
advertisement
Setelah lama tidak memunculkan postingan yang bertema spesies blogger, akhirnya sebuah ide muncul ke kepala saya. dan saya langsung menulisnya, mumpung belum keluar dari dasbor blogger.com

Blogger kodok, blogger tokek, blogger T-rex, blogger cecak, blogger purba, blogger buaya putih, blogger lutung dan entah berapa banyak lagi yang pernah saya tulis. itu semua adalah hasil dari imajinasi saya selama nge-blog.

Sekarang, ditambah lagi dengan satu spesies blogger baru. sebenarnya blogger orangutan sudah lama berayun-ayun di dunia blogging. tapi, sayangnya jumlahnya masih sangat sedikit. namun, setelah memanasnya hubungan Indonesia dengan negara tetangga. maka jumlah blogger orangutan begitu meroket tinggi.

Kenapa disebut blogger orangutan?

Coba saja anda buka kamus atau gunakan google terjemahan . kemudian cari bahasa inggris dari "orangutan", apa yang anda temukan? pasti sama saja. karena bahasa inggris dari orangutan adalah orangutan.

Kenapa begitu? karena orangutan adalah hewan asli Indonesia. terutama orangutan Sumatra. kalau orangutan Kalimantan juga ada diwilayah Malaysia dan Brunei.

Apakah anda sudah mengerti soal blogger orangutan?

Blogger orangutan adalah blogger asli Indonesia. jumlah mereka begitu sedikit. apa yang mereka lakukan?

Mereka tidak bersuara seperti saya, mereka tidak memasang banner bendera yang berkibar di blognya. mereka tidak menghujat blog yang menghina Indonesia.

Mereka tidak melakukan semua itu. yang mereka lakukan adalah belajar, menulis, menunjukan kalau mereka lebih baik, membuat peradaban yang lebih baik dan terus berkarya. mereka tidak peduli kalau orang-orang sampai turun ke jalan dan melempar kotoran manusia ke Kedutaan Besar Malaysia.

Apakah mereka tidak peduli pada Indonesia? Sebenarnya merekalah yang lebih peduli. mereka menulis di tanah Indonesia, mereka belajar dari PC yang dialiri listrik Indonesia, mereka berselancar dengan provider dari Indonesia, dan mereka berkarya atas nama Indonesia.

Tuhan sebenarnya menciptakan orangutan sebagai omnivora itu ada gunanya. pertama, mereka memakan buah-buahan dan sisa yang mereka buang bisa menjadi pupuk. dan jika masih ada biji yang tersisa, maka bisa tumbuh pohon baru.

kedua, mereka memakan serangga agar berkurangnya jumlah hama yang menyerang tanaman di hutan. tapi, sayangnya mereka kurang mendapatkan perhatian serius. kecuali, ada kejadian khusus yang berkaitan dengan orangutan.

Nasib yang dialami oleh blogger orangutan, kira-kira sama seperti itu. mereka hanya disorot ketika ada kejadian khusus. walau sebenarnya, mereka terus saja melakukan sesuatu untuk Indonesia walaupun tanpa sorotan sekalipun
Advertisement
advertisement
Blogger Orangutan | Ari Kurniawan | 5

10 Komentar:

  1. mau tanya nich mas...hehe
    "Mereka tidak hanya bersuara seperti saya, mereka tidak hanya memasang banner bendera yang berkibar di blognya. mereka tidak hanya menghujat blog yang menghina Indonesia.

    Mereka tidak melakukan semua itu. yang mereka lakukan adalah belajar, menulis, menunjukan kalau mereka lebih baik, membuat peradaban yang lebih baik dan terus berkarya. mereka tidak peduli kalau orang-orang sampai turun ke jalan dan melempar kotoran manusia ke Kedutaan Besar Malaysia."

    kayaknya paragraf satu dan dua ada sedikit perbedaan mas...paragraf satu menegaskan kalau blogger orang utan melakukan itu tapi kenapa pada paragraf ke dua ditegaskan blogger orang utan tidak melakukan semua itu...maaf kalau saya yang salah mengartikan...hehe...semoga tidak meleset...

    *menaggapi konten...saya setuju mas walaupun saya sendiri berkoar di blog saya karena jujur saya rasa itu cara saya memeperjuangkan orang Indonesia...bukan negara...hehe...saya tidak mau ikutan ngurusin negara dengan bakar bendera dan lempar kotoran...kenapa negara susah saya ikutan...saya cinta tanah dan air karena saya anggap bukan milik negara tapi rakyat...saya bela rakyat bukan negara...kayaknya dibalik-blik saja kata-katanya...hahag...

    tidak tahu saya termasuk apa tidak...paling tidak ada beberpa ciri saya yang masuk : lahir di Kalimantan walau saya orang Jawa, saya tidak pasang banner, dan saya cinta orangutan...hehe...

    BalasHapus
  2. Wah.... sepertinya kata "hanya" itu sangat berpengaruh ya? maksud saya bukan begitu, setelah ini akan saya ganti.

    Di pelajaran Pkn, ada tiga syarat negara. wilayah, pemerintahan dan rakyat. dan yang sebenarnya berkuasa adalah rakyat, sementara pemerintahan adalah sebagai menyalur dan pelaksana saja.

    *Saya tidak cinta orangutan mas, saya cinta pacar saya saja. hehe...

    BalasHapus
  3. nah...kalau begitu jelas sudah mas...hehe...maaf ea...saya agak ngehe soalnya dengan kata hanya itu...wakaka...

    walah...teorinya gitu mas...rakyat Indonesia juga diwakilkan pada DPR...tapi sayang Bapak Ibu DPR sedang sibuk sehingga suara saya tidak sampai (padahal nggak pernah bersuara)...hehe...

    *wehhh...anak SMP sudah pacaran...haduhduh jangan-jangan inspirasinya dari sana...hehe...

    BalasHapus
  4. hahahaha .... saya jadi terhenti menanggapi tulisan karena asyik membaca dialog kaian berdua. Dan lebih-lebih pada tuisan ini:

    *Saya tidak cinta orangutan mas, saya cinta pacar saya saja. hehe...

    Hua ha ha ha ha....!

    BalasHapus
  5. >>> Mas Ayub

    Mungkin setelah ada gedung baru, pada Bapak Ibu bisa mendengar suara orang-orang yang suka demo di depan rumahnya.

    *Kadang-kadang aja, mas. hehe.... kan boleh aja toh?

    >>> Pak Anas

    Ternyata satu baris kata bisa melawan ratusan kata, ya pak.

    apa bapak juga lanjut membaca??? semoga iya. hehe...

    BalasHapus
  6. Iya saya membaca komentar justru setelah membaca tulisan, cuma perhatian saya jadi tersedot gara2 diskusi kamu berdua. Dan sekarang saya baca lagi semuanya. Berarti benar juga komentar mas Ayub di bgn ini. Saya merasakan memang dg di hilangkan kata "hanya" baru klop pengertian kedua paragraf tersebut...

    BalasHapus
  7. Benar, pak. ternyata satu kata pendek seperti itu bisa mengganti semua makna. ini adalah sebuah pelajaran yang berguna untuk saya.

    "hanya" sungguh kata yang hebat.

    BalasHapus
  8. hahag...boleh-boleh saja kog mas Dearryk....
    namanya juga manusia...cihui...hahag...paling nggak waktu SMA sudah punya pacar sementara...sebe
    *saya tidak cinta orang utan tapi saya cinta pacara saya?...hehe...ada yang asyik nichhh...
    *saya tidak cinta orang utan. Yang saya cinta hanya manusia terlebih lagi cewek saya...hhag..saya ganti ahh...koment saya...

    benar sekali Pak Anas...saya kira saya saja yang ngehe tadi...hemmm..."hanya" memang kata yang aneh...dia melempar makna jadi berlawanan...(ide-ide-ide)...

    BalasHapus
  9. hahag...boleh-boleh saja kog mas Dearryk....
    namanya juga manusia...cihui...hahag...paling nggak waktu SMA sudah punya pacar sementara...sebelum akhirnya cari yang baru...
    *saya tidak cinta orang utan tapi saya cinta pacara saya?...hehe...ada yang asyik nichhh...
    *saya tidak cinta orang utan. Yang saya cinta hanya manusia terlebih lagi cewek saya...hhag..saya ganti ahh...koment saya...

    benar sekali Pak Anas...saya kira saya saja yang ngehe tadi...hemmm..."hanya" memang kata yang aneh...dia melempar makna jadi berlawanan...(ide-ide-ide)...

    BalasHapus
  10. >>> Mas Ayub
    Setidaknya saya sering dapat insipirasi dari pacar saya, mas. nah, ini baru benar komentarnya.

    Masak mas ayub cinta sm orangutan? haha....

    "Hanya" satu kata yang susah ditebak, karena bisa membolak balikan arti yang ingin saya sampaikan

    BalasHapus