Dearryk Theory :Akhir Yang Jadi Awal

Advertisement
advertisement
Dearryk Theory sebenarnya bukan apa-apa, itu hanya serangkaian postingan dalam blog ini yang diberi label "Dearryk Theory". Sudah ada dua versi yang diterbitkan dengan label tersebut, disetiap versi terdapat beberapa postingan. di versi pertama ada dua postingan dan di versi kedua ini ada tujuh postingan termasuk yang ini.

Postingan kali ini adalah bagian terakhir dari versi kedua. dan versi ketiga dari "Dearryk Theory" akan terbit beberapa hari lagi. Nah, karena ini adalah bagian terakhir versi kedua. pastilah ada yang spesial, terlebih lagi bagian ini ditulis pada saat lebaran.

Judul tulisan ini adalah "Akhir Yang Jadi Awal"

Setiap orang pasti memiliki pengertian berbeda pada kata "akhir", ada yang bilang itu adalah kata yang bagus tapi, ada juga yang mengatakan itu adalah hal yang tidak menyenangkan.

contoh baiknya :

Akhir dari sebuah film, apalagi Happy Ending. pasti dianggap baik.

Akhir dari sebuah pertengkaran, perang, konflik, atau perselisihan pasti dianggap baik.

contoh kurang menyenangkannya :

Akhir dari kisah cinta dua sejoli yang sedang dimabuk asmara, pasti keduanya akan merasa sedih dan menganggap itu akhir yang tidak menyenangkan.

Akhir dari sebuah karir (PHK), semua karyawan pasti menganggap hal tersebut tidak menyenangkan.

Kalau menurut saya sendiri, kata "akhir" itu memang punya dua arti berbeda. dan keduanya sama baik dan sama buruknya.

Ketika sesuatu yang buruk telah berakhir, maka itu juga merupakan sebuah awal dari sesuatu yang lebih baik. karena tidak mungkin, sesuatu itu selalu buruk sepanjang masa. seperti hari ini dan besok, bagaimana kita akan tau kalau besok itu akan lebih baik jika kita tidak ingin hari ini berakhir.

Bayangkan saat anda merasa marah dan sendirian, apakah selamanya akan seperti itu? Tidak! saat dimana anda merasa senang dan disayangi juga akan datang.

Nah, saat anda sudah merasa begitu bahagia, gembira, kaya, diatas angin, berkuasa dan semua yang anda inginkan bisa diraih. tidak mungkin itu akan selamanya, mungkin besok semua itu akan berakhir. dan itulah akhir yang akan anda anggap buruk bukan?

Jika pikiran anda seperti itu, anda salah besar. jika besok anda terjatuh dari kursi empuk anda dilangit ke tujuh, apakah anda akan pasrah dan tidak ingin meraihnya lagi?

Tentunya anda akan mencoba lagi bukan? dan kursi empuk anda di langit ke tujuh akan dirasa biasa saja,jadi anda pasti ingin meraih kursi baru di langit ke duabelas.

Intinya, ketika kesuksesan dan kesenangan anda berakhir, itu bukanlah sebuah akhir. tapi, itulah sebuah awal untuk sesuatu yang lebih baik dari yang anda rasakan pada hari ini.

Satu hal lagi, tidak ada sesuatu yang kekal di dunia ini. segala hal buruk tidak selamanya buruk dan semua hal baik tidak akan selamanya begitu. jadi, akhir dan awal itu adalah hal yang biasa dan sering terjadi.

Dearryk Theory : Akhir Yang Jadi Awal (jilid 2) berakhir.
Advertisement
advertisement
Dearryk Theory :Akhir Yang Jadi Awal | Ari Kurniawan | 5

2 Komentar:

  1. hahag...eea senangnya saya bisa mengikuti semua jilid dengan baik dan saya harap penulis bisa memberikan kesimpulan intisari biar lebih mendalam dan bisa dipelajari bagi mereka yang baru tahu deaaryk teori. tapi sudah ada label juga ea. just my opinion.

    hemm...layaknya sebuah pepatah mengatakan kegagalan adalah sukses yang tertunda. pastilah setiap kegagalan akan dimaknai dengan persepsi negatif jika tidak ada sebuah pembenaran. padahal dibalik kegagalan itu ada banyak point yang perlu dibenahi agar kita dapat mencapai kesuksesan atau minimal pencapaian yang lebih baik.

    ibarat sekolah setelah mengakhiri bangku SD maka kita akan berpikir untuk memulai blajar di SMP. dan disetiap akhir cerita masih ada misteri yang akan mengekor pada sebuah awal dan baru. saya rasa ingin segera tahu versi 3-nya. semoga full version dan gratis...hahag...

    BalasHapus
  2. Wah... saya tidak akan pernah menulis kesimpulan, mas. bukan karena sombong, tapi karena tidak bisa.

    Kegagalan memang kesuksesan yang tertunda, mas. sayangnya, banyak yang tidak menyadarinya. banyak yang malah pasrah ketika gagal.

    Versi ketiga akan seperti apa, saya sendiri belum tau, mas. mungkin Mas Ayub bisa memberi ide?

    BalasHapus