Dearryk Theory : Bagaimana Kalau Begitu

Advertisement
advertisement
Versi baru "Dearryk Theory" sudah diluncurkan lagi diawal bulan ini. Dan pastinya, setiap versi tidak ada yang terhubung satu sama lain. itulah "Dearryk Theory".

Nah, pada versi kali ini. saya akan membahas soal kepemilikan blog, tentunya ala Dearryk Theory. jangan harap akan ada kata yang bisa dipercaya, apalagi hingga ilmu-ilmu jitu yang berharga. ini hanya pendapat saya yang memiliki ilmu ala kadarnya. tapi, saya suka berbagi pada anda. apalagi jika sampai anda tidak setuju, kita bisa berdebat soal pendapat saya. itupun kalau saya sanggup menghadapi setiap pertanyaan anda.

Ayo kita bahas kepemilikan ala Dearryk Theory...

Pemilik dan Penulis blog adalah dua jabatan yang berbeda. kenapa? karena seorang pemilik blog, belum tentu mau mengisi dan menulis blog. mungkin saja dia menyewa orang untuk menulis. berarti pemilik blog adalah penyedia dana.

Penulis blog adalah orang yang ditugaskan atau atas kemauannya sendiri menulis blog. Penulis blog, belum tentu adalah orang yang memiliki blog tersebut. mungkin saja dia hanya orang sewaan untuk menulis. artinya sang penulis blog adalah karyawan.

tapi, kebanyakan blog dimiliki oleh orang pribadi. sangat jarang sebuah blog dimiliki oleh banyak orang. kecuali untuk perusahaan. Seorang yang mempunyai dan menulis di blog disebut sebagai blogger.

Tujuan blogger itu bermacam-macam. ada yang sekedar berbagi, cari teman, curhat bahkan sampai murni untuk berbisnis.

Dibalik semua itu, ada satu tujuan yang sangat ingin dicapai oleh semua blogger. baik blogger bisnis maupun blogger non-bisnis. yaitu, membangun kesan. mereka memulai dari hal-hal kecil, kemudian terus menulis hingga terbentuklah suatu kesan yang sangat menempel pada blognya.

Disaat kesan sudah terbentuk, keinginan untuk berbisnis dan mendapatkan untung pasti akan muncul. disinilah titik balik dari seorang blogger, yang awalnya hanya untuk berbagi. sekarang untuk menjual. di titik ini pula "iman" blogger diuji, apakah dia akan tetap berbagi diselingi dengan bisnis, atau akan terjun ke bisnis secara penuh?

Yang mana pun yang dipilih, intinya pasti akan untung. tapi, masih ingatkah pada berbagi. itu yang berbeda. Kalau murni terjun ke bisnis, apalagi kalau kesan yang melekat sudah sangat kuat. tentunya uang akan mengalir sendiri ke kantong.

Apa yang terjadi kalau sudah ada uang? Kita senang, taraf hidup meningkat dan derajat naik. Senangkah? pastinya. Ingatkah?

Disaat kita sudah kaya nanti, masihkah kita akan ingat pada blog kecil yang selama ini membantu kita? akankah kita masih ingat padanya?

Belum lagi pada rekan sesama blogger yang selama ini sudah memberikan masukan, saran bahkan kritik yang membangun. kalau sudah kaya dari nge-blog, "masihkah anda akan ingat pada saya?" itulah kata-kata yang mungkin dikatakan oleh blog anda.

Saya berharap, tidak ada kekayaan yang bisa menutup hati setiap blogger. karena bagian terbaik dari menjadi seorang blogger adalah berbagi.

Bisnis boleh saja, tapi selalu ingat untuk berbagi. karena intinya kita disini di dunia blogging untuk saling belajar dan berbagi. karena mungkin ilmu yang anda tau sangat berharga untuk saya.
Advertisement
advertisement
Dearryk Theory : Bagaimana Kalau Begitu | Ari Kurniawan | 5

6 Komentar:

  1. hehe...saya kira ada yang lupa ada yang tidak mas...

    bagi mereka yang memonitize blognya menjaga lumbung padinya adalah keharusan...mereka akan terus keep posting agar pengunjung tetap bertahn atau keep blogwalking agar mereka terus datang...mau lihat blog 4 posting tapi alexa 200ribu mas? hehe...bercanda...saya sudah dapat linknya tadi...saya lihat makin singset saja...

    hemm... saya kira gitu mas...mereka akan terus berbagi tapi ada niatan lain di dalamnya...ada juga yang setali tiga uang sambil berbagi cari uang...bagi mereka yang memerah sapi mereka akan menjga sapi itu tapi perlakuannya akan berbeda...ea mereka hanya menganngap itu gudang duit saya...

    kalau mereka yang ingin tambah kaya pasti yang mereka lakukan adalah kasih vitamin tambah makanan bergizi biar sapinya tambah gemuk dan susunya kualitas internasional...jadinya mereka pasti akan berbagi yang berkualitas...

    tapi masih banyak juga bagi mereka yang dengan tulus berbagi dan juga nyambi monetize...banyak mas...bisa dicari kog...

    tapi yang jelas menurut saya lho ea...
    kalau orang kecil seperti saya dapat uang yang makin lama makin melambung pasti lama-lama akan lupa dengan yang lalu-lau...tidak hanya lupa blog, teman tapi juga Tuhan...kayak di sinetron dan juga nampak nyata dalam kehidupan...apalagi kalau makin lama saya dicekok'i dengan bahasan bisnis...ea bisa"saya berpikir..."saya blogging rugi nggak dapat apa selain komentar...gak kaya saya..." bagi saya blog bukan buat kaya...pingin kerja ea harus kerja...hehe...buka warnet saja yang realistis kalau ingin kaya...

    semoga tidak meleset seperti komentar saya di nafsu tukang pijit tadi...

    BalasHapus
  2. Kan sudah saya bilang, mas. komentar orang pasti beda-beda. itu hak kita masing-masing kok, mas.

    kalau dipikir-pikir, biasanya blogger yang murni mau bisnis. ada dua tipenya, yang tetap posting dengan berkualitas sambil nyari uang. ada juga yang hanya blogwalking, dan update sesekali saja.

    Blog memang bukan buat nyari harta berlimpah. karena butuh waktu... kalau mau cepet kaya, lebih baik pelihara tuyul saja. hehehe.....

    BalasHapus
  3. Wah wah wah kalian lagi seru ya. Ini proses pencerdasan, saya berharap kita semua akan tetap stabil walaupun kita sedikit berbeda pendapat. Dan itu biasa... Anggap saja kita sedang olah raga otak.

    Kalau saya berpendapat,
    Sehubungan dg tulisan ini dan diskusi kamu berdua, secara ekstrem saya ingin bedakan 3 hal:

    Pertama, blogger murni. Ini dia yg lakukan semuanya, spt mas Dearryk tulis. Mulai dari template, update,SEO, dst. Dan misinya memang untuk salaing belajar dan berbagi.

    Kedua, pebisnis internet. Mereka ini bisa bkn blogger. Dia hanya ide2 bisnis saja. Soal prkateknya ia akan bayar orang lain. Termasuk kita juga bisa mereka bayar. Krn prinsip mereka waktu adalah uang. Rugi donk kalau mereka menghabiskan waktu spt kita ini. Jadi dg uang, mereka malah bisa meluncurkan blog bisnisnya 10 buah sekali jalan. Toh yg mengupdate jg bkn dia...

    Ketiga, ini yang nyambi istilah mas Ayub. Blogging sambil belajar dan berbagi. Terus juga sambil CARI UANG.

    Jadi ya .. kalau sikap saya, mendingan kita garap di bgn mana yg paling pas buat kita. DAn kalau saya pribadi, setelh tidk berkutik langsung coba2 mognetizing, akhirnya saya putuskan untuk belajar saja dulu. Dan ternyata nikmatnya juga tdk kalah dengan uang. Dan andai saja saya punya uang banyak. Mgk saya berhenti bekerja lalu menikmati blogging saja spt ini. Saya jd sadar, ternyata uang itu hanyalah alat. Alat yg ujung2nya untuk menikmati hidup. Tapi karena saya kekurangan uang ya terpaksa jg saya harus bekerja.

    BalasHapus
  4. Berbeda pendapat itu harus, pak. kalau cuma satu pendapat, dunia ini tidak ada seimbang.

    Sptnya setiap calon blogger itu punya satu tujuan yang paling utama, yaitu punya blog. kemudian berganti dari calon blogger jadi blogger.

    Setelah jadi blogger inilah, mulai banyak tipenya. tapi, apapun tipenya. minumnya tetap... Ilmu...

    Tapi, nyari uang tidak salah kan, pak?

    BalasHapus
  5. O tidak salah dong mas. Malah itu lebih baik kalau sdh bisa....

    BalasHapus
  6. Baguslah, pak. karena sepertinya, nyari uang itu adalah bagian dari HAM

    BalasHapus