Dearryk Theory : Jangan Lihat Sekarang

Advertisement
advertisement
"Masa Depan" adalah sebuah kata yang bisa punya dua kutub, yaitu positif dan negatif. Tapi, semenjak dulu saya sangat ingin bertanya pada diri sendiri. Sebenarnya, masa depan itu seperti apa? Apakah seperti yang ada di film-film box office? Akan ada mobil terbang, robot, alien, dan hotel di bulan, atau mungkin di masa depan bumi akan hancur dan seluruh umat manusia harus pindah planet atau ikut musnah bersama bumi.

Apakah dimasa depan dunia akan lebih baik atau bahkan lebih buruk dari ini? Bagaimana cara mengetahuinya? Ah, Itu Masalah Gampang! Tidak usah pakai kartu tarot, tidak usah pakai mesin waktu, tidak perlu ilmu matematika tingkat tinggi. yang diperlukan hanya sedikit logika. apakah anda bisa melanjutkan membaca? Kalau iya, berarti anda sudah cukup umur untuk mengerti yang akan saya berikan.

Apa yang anda rasakan sekarang? Hidup Senang atau Hidup Melarat?

Kalau anda hidup senang, itu karena orangtua anda telah berhasil menjaga segalanya tetap baik. beliau pasti sudah menanam banyak pohon, menabung, bersedekah dan selalu berdoa. makanya hari ini anda bisa menikmatinya, bahkan mungkin anda bisa kipas-kipas dengan uang mereka. Ingatlah, walau uang itu adalah gaji anda. tapi, itu uang orangtua anda. tanpa mereka, mungkin uang itu tidak ada, bahkan mungkin anda tidak ada. jadi tidak boleh durhaka pada orangtua, apalagi pada ibu. Nanti jadi Malin Kundang Junior.

Nah, kalau anda hari ini hidup melarat. sampai-sampai tidak punya uang beli pulsa, karena handphone pun tidak punya. Orangtua andalah yang patut dicurigai, bagaimana hidup mereka? Makmurkah? Kalau dulu mereka hidup makmur dan sekarang anda malah melarat, apa yang terjadi? Ada banyak kemungkinan mengapa hal ini terjadi.

1. Orangtua anda telah melakukan berbagai hal yang semakin menambah dosa mereka, jadi anda juga ikut terkena efek samping dari dosanya. solusinya, banyak-banyaklah berbuat amal dan kebaikan serta tidak lupa untuk berdoa dan meminta ampunan dari Tuhan.

2. Orangtua anda telah melakukan berbagai hal agar hidup anda lebih baik dari mereka, tapi sayangnya anda-lah yang nakal. jadi, hari ini anda hidup melarat karena tidak mau menurut pada orangtua. Ini salah anda. Jadi, solusinya anda harus minta maaf pada Tuhan dan Orangtua, kemudian berusaha memperbaiki hidup anda.

3. Orangtua anda memang kaya dan hidup makmur, tapi mereka sangat bijak sana bukan pelit. mereka tidak memberikan warisan berupa harta pada anda, tapi berupa ilmu. karena harta bisa habis seketika, sedangkan ilmu tidak akan pernah habis. solusinya, manfaatkan warisan tersebut dan teruslah berusaha serta bekerja

4. Orangtua anda nasibnya sama seperti anda, kekurangan. Mungkin, pokok masalahnya ada di kakek-nenek anda atau moyang anda. solusinya, cek silsilah keluarga besar anda. dan temukan dimana pokok masalahnya. siapa tau anda keturunan bangsawan atau raja.

Nah, kesimpulannya. Untuk mengetahui masa depan, lihatlah masa sekarang. karena apapun yang anda lakukan sekarang, pasti ada hubungannya dengan masa depan. kalau anda mulai sekarang rajin belajar dan menabung, mungkin dimasa depan anda akan menjadi salah satu pemegang saham Google dan Facebook. Tapi, kalau anda hari ini hanya diam-diam saja, malas belajar, suka bertengkar, dan kerjanya TIDUR..... saja. Jangan salahkan siapapun, kalau nanti anda akan tinggal di pinggir kali.

Saya berharap, khususnya pada anak-anak muda Indonesia. Kita masih muda, jangan samakan semangat kita dengan para orangtua. kalau mereka sekarang bisa santai, itu karena semasa muda mereka telah berjuang dan sekarang tinggal memetik hasilnya saja. kalau kita tidak berusaha, jangan harap di masa depan kita bisa memetik hasilnya.

Jadi, JANGAN LIHAT SEKARANG.... Mungkin hari ini kita lelah belajar dan belajar, tapi dimasa depan kita akan sukses, maju dan sejahtera.
Advertisement
advertisement
Dearryk Theory : Jangan Lihat Sekarang | Ari Kurniawan | 5

3 Komentar:

  1. 3 paragraf terakhir dari bawah dan paragraf terakhir kata Lihat Sekarang bertentangan...hehe...tapi intinya sih bisa saya tangkap.

    kalau saya melihat banyak sekali anak-anak yang terlalu memaksakan diri mengikuti trend teman mas. seperti keluarga saya. kalau saya lebih suka bergaul dengan kelas menengah ke bawah maka adik saya ikutnya menengah ke atas. dan terlihat kalau adik saya menjadi merasa santai dan seenaknya karena terbiasa melihat hal yang enak.

    kalau saya lebih banyak melihat yang susah dan mencoba untuk mencari tahu sejauh mana kita bisa bersyukur dengan keadaan kita di tengah hiruk-pikuk dunia yang luas ini. sehingga kita bisa memanage dan mencari pelajaran hidup dari mana kita harus start untuk mencapai penghidupan yang lebih baik. itu sih pendapat saya mas. saya rasa bersusah sekarang lebih baik agar besok kehidupan kita bisa jadi lebih baik. tpai bersusahnya juga harus benar-benar susah bermanfaat bukan susah yang isinya untuk hura-hura saja...hahahag...

    BalasHapus
  2. Ya... pokoknya begitu, mas. saya tidak pandai bermain kata, tapi saya yakin kok yang baca bisa ngerti..... orang Indonesia pinter-pinter kok...

    Wah.... kakak dan adik yang jauh berbeda... hahag.... yang penting rasa persaudaraan tetap ada, mas.

    Kita memang harus bisa bersyukur dengan apapun yang ada, seperti kata ST12, dunia pasti berputar. berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang ketepian. kira-kira begitu ya, mas?

    Menurut saya, kalau kita tidak pernah merasakan susah. kita tidak akan bisa merasakan senang...

    BalasHapus
  3. hahag...betul itu, tapi kalau sakit tersu ya nanti kesenangannya tidak bisa kita nikmati dengan maksimal.
    kita bisa merasa senang karena kita telah merasa susah. paling tidak perasaan sengan itu bisa terasa setelah kita memandang dengan sesuatu hal yang membuat kita susah.

    BalasHapus