Dearryk Theory : Siap Perang, Siap Kalah

Advertisement
advertisement
Sungguh malang nasib blog ini kemarin, satu hari penuh dia tidak mendapatkan makanan dari saya. semoga saja blog ini tidak marah. maaf ya blogku malang..... tapi, sepertinya hari ini nasibmu tidak akan jauh beda. karena entah kenapa, generator ide dan gardu inspirasi tiba-tiba tidak berfungsi secara maksimal. mungkin karena sistem utamanya sedang pilek dan kelelahan.

Tapi, dengan sedikit cadangan tenaga yang tersisa. hari ini, kau pasti akan mendapatkan makanan wahai blogku. dan ingatlah, selama lebaran nanti kau akan mendapat hadiah "opor ayam". Untuk hari ini, cukup saja dengan "Dearryk Theory" versi terbaru.

Akhir-akhir ini kita semua sering mendengar kata "perang", "serbu", "ganyang" dan lain sebagainya. Kata-kata tersebut meluncur dari orang-orang yang berasal berbagai kalangan. siapa yang ingin diperangi? tentu saja, saudara kita Malaysia.

Kalau menurut saya, lebih baik tidak usah perang dulu. kenapa? saya sudah pernah menulis kalau perang itu seperti pribahasa "menang jadi arang, kalah jadi abu". kita akan sama-sama rugi. Iya, kalau kita menang. kalau kita kalah? berapa nyawa yang akan melayang demi sebuah kekalahan?

Di timur tengah masih ada "perang", antar Korea Selatan dan Korea Utara juga masih terjadi "perang". apakah antar Indonesia dan Malaysia juga akan terjadi perang? Jangan sampai terjadi.

Walaupun kita punya wilayah lebih luas, kita punya tentara lebih banyak. tapi, ingatlah pada satu hal. siapa yang membacking Malaysia? Salah satu negara adidaya yang super power, yaitu Inggris.

Malaysia adalah negara hasil jajahan Inggris. apakah kita harus takut? kita tidak takut, tapi kita harus memikirkan segala kemungkinan.

Misalnya, kalau kita menyerang Malaysia. mungkin Malaysia tidak usah membalasnya, cukup dengan melakukan serangan "dingin". Malaysia adalah negara persemakmuran Inggris, Inggris dengan Amerika Serikat adalah sekutu, dan Jepang adalah negara dibawah AS. bagaimana jika seandainya AS meminta Jepang menghentikan segala macam pengiriman barang ke Indonesia???

Belum lagi dengan Australia yang sama seperti Malaysia. Nah, kalau hal tersebut sudah terjadi, bagaimana nasib saya yang tidak tau apa-apa ini?

Dari pada kita harus perang, lebih baik kita berdamai. jangan sampai ada perang dunia ketiga. karena saya yakin, setiap agama dan setiap orang di dunia ini pasti membenci perang. karena tidak ada untungnya sama sekali. sekali perang terjadi, walaupun ada negara yang menang. tapi, tetap saja akan merasa kalah.

Tapi, ada pengecualian. kalau memang sudah keterlaluan. kita juga punya rasa nasionalisme dan patriotisme bukan? maka bersiaplah.

Baiklah, sekian penjelasan singkat tentang konflik antar dua tetangga itu. intinya, perang membawa sengsara, blogging membawa nikmat tiada tara.
Advertisement
advertisement
Dearryk Theory : Siap Perang, Siap Kalah | Ari Kurniawan | 5

4 Komentar:

  1. wakaka...ea mas...semoga saja semuanya segera mereda dan tidak ada acara perang-perangan...cukup diplomasi saja wis...tidak usah berlarut-larut...membuat hati jengkel saja...

    entah kalau perang aktivitas blogging masih jalan atau tidak...jadinya mendingan tidak usah perang sudah...hehe...

    BalasHapus
  2. Iya, mas. perang itu buat hati jengkel saja. kadang-kadang, kata "perang" itu bisa membangkitkan semangat juga.

    Kalau perang di dunia blogging, mungkin tidak akan berhenti..

    BalasHapus
  3. Hua hahahha..!
    Saya sangat terkesan dengan paragraf pertama dan penutup mas. Terutama paragraf pembuka, pilihan kata, istilah dan lenggak-lenggok kalimat sangat lincah. Pertahankan!

    BalasHapus
  4. terimakasih, pak. saya belajar banyak dari Pak Anas dan Mas Ayub....

    BalasHapus