Memaksimalkan Anu

Advertisement
advertisement
Hari ini saya sibuk berdebat dan berdiskusi dengan dua orang guru, senior sekaligus sahabat saya dalam blogging. yaitu Mas Ayub Adiputra, sang pemilik dari perkutut airlines dan PutraInspirasi kemudian dengan Bapak Erianto Anas, blogger pemilik Blogernas dan Blogernas Air Lines.

Entah kenapa, setiap postingan yang saya luncurkan selalu menarik orang untuk berkomentar. mungkin karena memang menarik atau mungkin banyak kesalahannya. itu hanya orang lain yang tau. kalau menurut saya, tulisan saya sih bagus-bagus saja. maklum, ilmu menulis saya masih sangat dangkal.

Kalau ditinjau dan dibandingkan dengan dua senior saya, pasti perbedaannya sangatlah mencolok. setiap tulisan mereka berdua sangatlah menarik, bahkan sangat sulit untuk melewatkan satu katapun. kalau tulisan saya, yang perlu anda baca adalah awal dan akhirnya saja. itu pun belum tentu nyambung, tanpa anda membaca isinya.

Dari pada saya hanyut dalam tulisan ini dan akhirnya terpuruk kemudian berhenti nge-blog. lebih baik saya menyikapinya dengan lebih bijak dan berpikiran positif. ada sebuah keuntungan dari kedangkalan ilmu saya.

pertama, saya bisa bertanya pada senior saya yang sudah mengerti dan mengetahui apa yang belum saya tau.

kedua, ilmu yang saya dapat adalah ilmu yang sudah berhasil diterapkan, bukan hanya sekedar teori semata.

dan ketiga, lebih mudah untuk mengerti, karena para senior pasti akan memberitau saya dengan bahasa yang lebih santai.

Ditambah lagi, saya masih terhitung muda. kalau umur saya panjang, saya punya satu keuntungan lagi.

Yaitu, waktu. karena para senior pasti akan lebih dulu "pensiun" dari pada saya. jadi, saya punya lebih banyak waktu untuk terus belajar dan mempelajari serta tidak lupa berbagi.

Tapi, waktu inilah yang merupakan kelemahan saya. karena waktu yang saya lalui baru sedikit. jadi, jumlah pengalaman yang saya dapat juga sedikit.

Jadi, kuncinya saya harus bisa memaksimalkan waktu-waktu berharga saya untuk melakukan sesuatu. dan sebisa mungkin itu adalah sesuatu yang positif. kalau perlu, saya akan berusaha menyukai dan mempelajari MATEMATIKA. Pelajaran yang selalu membuat mata ini berair, hati ini tersayat dan nilai ini merah membara.

Tapi, sepertinya akan sangat sulit diwujudkan. sekalipun "si dia" adalah juara lomba matematika.
Advertisement
advertisement
Memaksimalkan Anu | Ari Kurniawan | 5

7 Komentar:

  1. walah mas...saya tidak merasa senior ahh..saya juga baru sama-sama memulai blogging dengan anda...saya tidak lebih pintar dari anda...panggil saja seperti biasa...

    hehe...saya rasa tulisan anda jauh lebih menarik kog dari milik saya...Pak Anas saja selalu mengakui...

    bagi saya komentar saya itu bukan hal negatif mas...saya tidak bermasud apa-apa...saya hanya belajar kritis pula...kenapa disini? artikel anda seru mas...saya tidak memuji kog tapi kenyataan...tidak hanya di sini tapi di blogernas juga...saya yakin keluh dan kesah saya di Dearry dan Blogernas pasti akan mendapatkan tanggapan...tidak tahu saya harus berlari kemana lagi...hanya di sini dan blogernas saja tempat saya lari dan mengeluh...saya hanya berusaha bangun komunikasi...tidak ada maksud lain...hehe
    saya selalu pasangkan kata "hehe...haha...dan wakaka" sebagai bukti saat komentar ini ditulis saya benar-benar tenang...bukan sekedar kata-kata agar komentarnya panjang...

    saya juga banyak dapat ide dari sini...di Blogernas juga sama...saya selalu puas...lama juga saya di sini maennya buat otak-atik arsip...
    jangan ngomong berhenti ngeblog mas...bagi saya itu tidak mungkin ahh...ide anda tetap ditunggu kog...sepi kalau tidak ada anda...hehe...tidak ada yang menaggapi keluhan saya entar...cari musuh mudah tapi cari sahabat sulit...
    komentar saya bukan suatu yang negatif mas...saya memberi tanggapan karena saya yakin dengan kemampuan anda...pasti bisa dijawab...
    saya juga minta maaf bila dalam blogging sering berbuat tak enak hati...seperti kata Pak Anas...sahabt dijadikan sayapnya untuk terbang...

    saat saya drop pun anda selalu mendukung...jadi tetap semangad dah bloggingnya...terima kasih juga sudah add FB saya...hahaga...mungkin cuma itu...mari kita belajar bersama...saya yakin banyak ilmu yang belum saya curi sepenuhnya dari anda...silahkan naik Perkutut Airlines atau anda ingin membuat perusahaan sendiri silahkan...nanti saya akn mencoba menanam saham di sana...hehehe...maaf panjang...jangan bilang ini lebai...wakaka...

    BalasHapus
  2. Saya memang senang kalau ada yang komentar, mas. apalagi sampai dikritik dan diberi saran. kalau cuma "nice post", saya kurang suka. karena artinya tulisan saya kurang menarik untuk ditulis.

    Komentar Mas Ayub dan Pak Anas tidak pernah saya anggap hal negatif. tapi, malah hal yang sangat membangun.

    Tapi, yang saya sesalkan adalah waktu, mas. kenapa ketika banyak yang mengajak berdiskusi, waktu saya malah mepet. tapi, ketika ada banyak waktu luang, malah tidak ada yang diajak "berperang"

    BalasHapus
  3. Wah...wah...wah, memaksimalkan anu?? Hahaha saya kira apaan tadi,...(ngeres),
    salut buat mas, oh ya tadi mas anas yang mengantarkan saya ke link ini...

    BalasHapus
  4. Wah... ternyata ada juga orang yang berpikiran seperti apa yang saya rencanakan. haha...

    Ternyata Mas Nats juga tau Pak Anas. salam kenal ya, mas.

    BalasHapus
  5. Ya, salam kenal juga, kenal di dunia maya barusan aja tadi, soalnya saya numpang kentut di tempatnya, oleh karena itu saya ditendang jatuh di tempat mas ini.

    BalasHapus
  6. Wah wah ... saya senang sekali mendarat di halaman ini. Ada "pertemuan" hati kita di sini. Itu mas Ayub bijak sekali komentarnya di sini. Kailan semakin berkembang saya lihat. Dan, spt ditulisnya sendiri, itu mas Nats mmg sengaja saya rekomendasikan ke sini dan ke Putrainspirasi. Karena ia juga blogger muda yg punya semangat yg sama dg anda berdua. Siapa tahu cocok dan bisa saling berbagi pengalaman dan semangat.

    Judul tulisan ini sangat menggoda mas.
    Dan spt juga mas Ayub tulis, kamu punya kekuatan tersendiri. Dan saling terpengaruh dan saling terinspirasi diantara kita tetap perlu. Karena justru dari situ pula pikiran kita dapat "loncatan2" yg tidak terbayangkan sebelumnya. Dan saya sendiri, meskipun prosfesor kalian (wah.. profesor ha ha ha), od tulisan2 tertentu jg ikut terinspirasi setiap ke sini dan ke Putrainspirasi, walaupun dari tulisan saya seakan tidak tampak "jejaknya". Tapi sumbernya inspirasinya tetap juga ada dari sini. Plaing tidak semagnatnya...

    * Eh omong2, amandelmu gimana sekarang mas. Sudah mendingan?

    BalasHapus
  7. >>> Mas Nats
    Wah... blogernas dan pak Anas sungguh hebat, orang kentut saja bisa jatuh kesini. haha...


    >>> Pak Anas
    Naik apa mendarat disini, pak? Blogernas Air Lines? wah, terima kasih kalau sudah merekomendasikan mas Nats ke putrainspirasi dan kesini, pak.

    Menggoda? saya rasa lebih bagus disebut menjebak, pak. haha...
    Saya rasa, tulisan saya juga banyak yang terinspirasi dari blogernas, tapi jarang yang 100%. karena saya suka jalan-jalan, pak.

    *Sudah, pak. tapi, sekarang malah jadi pilek.

    BalasHapus