Rasa Bangga Karena Dibanggakan

Advertisement
advertisement
Jika seseorang bisa melakukan sesuatu yang luar biasa dan tidak terduga, hal itu akan menjadi sebuah kebanggaan untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya. apalagi jika awalnya dia hanya orang biasa, tapi karena sesuatu hal yang membanggakan, dia menjadi sangat dikenal.

contohnya?

Apakah anda tau Barrack Obama? kalau sampai anda menjawab tidak, anda perlu memeriksakan diri anda ke psikiater, dokter THT dan dokter otak. Barrack Obama adalah presiden Amerika Serikat saat ini.

Dahulu kala, siapa yang kenal Barrack Obama? palingan cuma orang-orang dekatnya saja. tapi, sekarang semuanya mengenal presiden negara Adidaya itu. Begitulah salah satu contoh rasa bangga yang membuat orang biasa menjadi sangat dikenal.

Tapi bagaimana dengan rasa bangga karena dibanggakan?

Ini adalah rasa bangga yang sebenarnya hanya membuat manusia lebih sombong karena kebanggaannya. lagi pula, selain dirinya tidak ada yang merasa bangga padanya. dia merasa dia begitu dibanggakan oleh beberapa orang, padahal banyak orang yang mengganggapnya begitu menyebalkan.

contohnya?

Raja Julian (Si kukang) di serial "Penguin of Madagascar". dia begitu merasa bangga sebagai seorang raja, dia selalu mengakui bahwa dirinya adalah raja. tapi, selain dirinya hanya ada dua pelayanannya yang mengakuinya sebagai raja.

Kenapa dia merasa bangga manjadi raja? karena di Madagascar, dia adalah putra mahkota dari raja sebelumnya. dia begitu dibanggakan, tapi ketika dibawa ke kebun binatang. rasa bangganya berubah menjadi rasa sombong yang khas.

Lalu bagaimana kita harus menyikapi rasa bangga? bolehkah kita merasa bangga?

Rasa bangga itu peri dan harus kita rasakan dan ekspresikan. rasa bangga adalah "hadiah tambahan" untuk sebuah prestasi. selain piala, uang dan piagam. rasa bangga adalah satu hadiah yang begitu diimpikan orang-orang pengejar prestasi.

Apakah kita tidak boleh membanggakan orang lain?

Boleh. karena membanggakan seseorang itu bisa membuat orang lain lebih percaya diri. tapi, terlalu membanggakan seseorang bisa membuat orang tersebut menjadi sombong dan lebih hebat dari orang lain. dia akan mengganggap bahwa dia lebih hebat dari orang lain, karena berpikir kalau orang lain saja membanggakannya, berarti dia memang lebih hebat.

Bagaimana dengan membanggakan diri sendiri?

Boleh banget! dari pada mengharapkan kebanggaan dari orang lain, apalagi jika tidak didapatkan juga. lebih baik, banggalah pada diri sendiri. kemudian, orang lain akan mengerti kenapa anda harus dibanggakan karena prestasi anda.

Sekarang saatnya, rasa bangga itu karena prestasi yang ada. bukan karena dibanggakan oleh orang lain.
Advertisement
advertisement
Rasa Bangga Karena Dibanggakan | Ari Kurniawan | 5

4 Komentar:

  1. hemm...wah 2 postingan terakhir yang saya baca menusuk nich. kayaknya pengen buat postingan kontroversi. memang sih kalau kita terlalu membagakan diri sendiri bisa tambah sombong kita. padahal belum tentu orang sependapat dengan kita. hemm...speakless mas. ea terkadang kita juga perlu mendapatkan kebanggan dari orang lain, itu sih wujud apresiasi. tinggal seberapa jauh kita menyikapi. kalau sampai terlalu sombong ea kita bisa hancur tuh mas. hemm...terima kasih buat masukan yang serasa tepat buat saya. bahan intropeksi, mungkin buat kita semua.

    BalasHapus
  2. bukan postingan kontroversi, mas. cuma ingin menjawab pertanyaan pak Anas saja.

    Rasa bangga itu seperti pisau bermata dua. salah satu dia membantu, di sisi lain dia begitu berbahaya.

    semoga saja banyak orang yang bisa mengintropeksi dirinya karena tulisan ini.

    BalasHapus
  3. Hmm.. menarik ini mas.

    Kalau kita mau jujur, sejauh yg saya rasakan, tanpa ada rasa bangga pd diri kita tdk bisa hidup. Maksudnya bukan mati jasad. Tapi mati semangat. Jujur saya sdh berkali-kali jatuh bangun secara mental mas. Ketika tak ada yg kita banggakan pd diri sendiri, kita merasa tak berarti, dan itu akan mempengaruhi dan menjalar pada seluruh aspek kehidupan kita. Termasuk dalam menulis. Dlm Psikologi istilahnya inferioritas kompleks. Atau konflik rasa rendah diri. Dan itu sangat berbahaya. Dan saya sdh berkali-kali mengalaminya.

    Tp ada perbedaan antara rasa bangga dg sombong, walapun dalm prakteknya sering dicapur baurkan org. Rasa bangga identik dg kepuasan mendalam akan prestasi yg dicapai, tanpa merubah sikap menjadi melecehkan orng lain, dan tetap sportif dan jujur pd diri sendiri.

    Tp rasa sombong, lebih karena kepongahan, melecehkan org lain. Dan bila dikritik bukannya menerima dan mau instrospeksi. Tapi malah berusaha mencari kelemahan org lain dan bersikeras membalas sejadi-jadinya...

    Kalau saya boleh saran, apalagi kamu dan mas Ayub masih muda. Justru bangkitkan rasa bangga akan setiap prestasi yg telah diraih. Itu api semangat utk maju. Mesin genarotor ide 1000 tenaga kuda. Jangan percaya nasehat yang berusaha membunuh rasa itu. itu nasehat palsu untuk sebuah kemajuan. Banyak para pelatih dibidang apa saja, sukses melatih justru karena membangkitkan rasa bangga pada muridnya. Coba saja kalau kita terus-an dikritik sampai lemas dan padam rasa bangga, bisa-bisa kita akan berhenti blogging.

    Ini menurut saya mas, dan berdasarkan pengalaman saya. Smoga ada manfaatnya!

    BalasHapus
  4. kalau berdasar pengalaman, saya setuju pak. karena bapak lebih berpengalaman dalam hidup ini dari pada saya. selain itu, sepertinya kita harus bisa merasa bangga dengan apapun prestasi yang kita raih.

    seperti kata bapak, rasa bangga itu perlu. tapi, sering dicampur adukan dengan kesombongan yang malah semakin menjadi-jadi. tapi, kalau rasa bangga itu ada.

    maka rendah dirilah yang terjadi. rendah hati masih boleh, rendah diri jangan sampai.

    BalasHapus