Puisi C.I.N.T.A

Advertisement
advertisement
Setelah menulis Dearryk Theory, sebenarnya saya mau menulis hal lain lagi. tapi, jari-jari berkata lain. sepertinya seluruh anggota tubuh saya sudah merasa kelelahan karena menulis dearryk theory. tapi, saya sudah berjanji ingin menulis dua postingan hari ini. Janji adalah hutang, jadi harus ditepati. karena saya tidak suka berhutang, takut dicari lindah darat.

Nah, saya tidak mau menulis yang rumit-rumit dan menyita waktu banyak karena besok mau ada ulangan. Pada postingan kali ini, saya mau menulis puisi saja. Silakan Baca...

Balaslah Aku

Kau... begitu indah dimataku
Melihatmu bagai permen mint
Membuat hatiku sejuk
Hatiku tak beku, tapi membara

Engkau... senyum semanis gula
Membuatku tercandu cinta
Bukan cinta monyet saja
Sebuah arti yang sebenarnya

Aku memberimu sesuatu
Sesuatu hal yang mirip puisi
Sebuah suara hati ini
Aku harap balaslah aku
Dengan puisi manis hatimu

Nah... bagaimana? apakah saya berbakat menjadi penyair? Mungkin saya lebih berminat jadi blogger kodok saja.
Advertisement
advertisement
Puisi C.I.N.T.A | Ari Kurniawan | 5

4 Komentar:

  1. hahag...saya tidak bisa menilai karena kemampuan pitis saya lemah mas. saya rasa sih bagus saja. isinya tentang curahan mas Dearryk sama pacar ya? hehe...

    kalau bicara cinta monyet apa sejati mending dibawa jalan mas. jangan terlalu berharap dan terlalu melerakan. syukur-syukur langgeng jadi kita memperoleh harapan yang lebih besar. kalau tidak ya paling tidak kita tidak kecewa karena ditinggal pacar...hehe...

    BalasHapus
  2. Wah.... bukan, mas. semenjak dulu, saya selalu disuruh buat puisi oleh temen-temen. tapi, tidak ada yang pernah membalas.

    Nah, kalau masalah cinta-cintaan. kayak main judi, mas. kalau untung kita menang, kalau sial kita rugi. mengalir aja deh.....

    BalasHapus
  3. Ada yang klepek-klepek nggak nih, he..he...

    BalasHapus