Akhir Kisah Seorang Blogger

Advertisement
advertisement
#oldposting

<<< Kisah Sebelumnya (Kisah Seorang Blogger)

si blogger spam pun langsung menuju ke meja tulis di dasbor blognya, tapi apa yang dia rasakan?

Dia seakan membatu, dia lupa bagaimana harus menulis blognya. dan tidak tau bagaimana akan memulai. dia merasa kalau dia tidak bisa apa-apa lagi, seperti seekor kodok yang lupa cara meloncat. akhirnya dia hanya terdiam dan terpaku di dasbor blognya.

Dari pada dia hanya diam, dia berpikir untuk melupakan saja masalah menulis. lebih baik dia menyerang 9.999.999 blog yang tersisa dalam listnya. tapi, ketika dia mengunjungi beberapa blog. seakan tamparan keras, beserta tendangan sepak diikuti sundulan Zidane mengenai tubuhnya.

Para blogger itu terus saja menulis, mereka tidak peduli PR atau ranking blog mereka. walau tulisan mereka masih tidak jelas (seperti blog ini), tapi tetap saja update. ada yang tanggal updatenya mengikuti apotek, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, hampir setiap hari di update. ada juga yang mengikuti puasa anak kecil, senin kamis. tapi, mereka tetap saja update walau frekuensinya berbeda-beda.

Si blogger spam pun kembali ke kandangnya, dan niatnya untuk menyerang diurungkan dulu. tapi, saat dia melihat dasbornya, dia seakan ingin kencing lagi, tapi yang ingin dia keluarkan bukan cairan lagi, tapi yang agak lembek. ada lebih dari 5 komentar di dasbornya, dan sumbernya masih sama. si blogger muda.



Karena sudah tidak tahan, si blogger spam ke kamar mandi dulu. (menggalau di bawah shower). singkat cerita dia sudah selesai dan kembali melihat dasbornya. dia penasaran dengan sosok blogger muda yang sebenarnya, dia pun mengunjungi blog itu sekali lagi.

si blogger spam membaca beberapa tulisan blog muda, ternyata cukup menarik. walau yang topiknya seputar sekolah, matematika, sejarah dan pacarnya. tapi itu cukup menarik dan ada ilmunya. walau jumlah komentarnya masih bisa dihitung dengan jari, tapi hampir tidak ada spam.

akhirnya si blogger spam memberi komentar, dan anehnya dia tidak memberikan komentar spam lagi. dia malah bertanya pada si blogger muda itu. isinya seperti ini :

"Nak, terimakasih telah menyadarkan saya dari masa bertapa selama ini. jujur, saya sangat ingin kembali menulis. tapi, saya lupa caranya. bukan lupa caranya menulis, tapi saya lupa dari mana harus memulai. bisakah kamu membantu saya?"

Komentar itu seakan merendahkan harga diri si blogger spam, tapi dia akan lebih malu kalau tidak pernah update lagi. dan, setelah menunggu beberapa jam. ada sebuah balasan yang muncul lewat postingan di blog muda.

intinya, si blogger muda ingin mengingatkan tentang semua tulisan yang pernah dibuat dan dipublikasikan si blogger spam. dia tidak menjawab secara langsung, tapi dia memberikan gambaran betapa hebat dan tangguhnya tulisan si blogger spam.

Akhirnya, si blogger spam pun sadar tentang masa jayanya, dia ingin mengulang masa itu lagi. tapi, dia tetap tidak yakin dari mana harus memulai.

Keesokan harinya, dia menulis tentang sebuah telur yang begitu berharga jika dilihat dari segi kehidupan. bahwa sebuah telur pun adalah penyelamat kehidupan generasi ayam, walau oleh manusia dihargai hanya kurang dari 1000 rupiah. Si blogger spam terus saja menulis, dan si blogger muda pun menepati janjinya. dia terus meriew setiap tulisan di blogger spam yang berubah pangkatnya menjadi BLOGGER SEJATI.

TAMAT aja deh.
Advertisement
advertisement
Akhir Kisah Seorang Blogger | Ari Kurniawan | 5

2 Komentar:

  1. wah...benar-benar inspiratif mas, serasa nyata. salut mas buat ide ceritanya! keren!

    kalau boleh bertanya apakah ini cerita nyata atau murni fiksi? sungguh luar biasa kalau kisah nyata karena ini pengalaman berharga dan sungguh inspiratif kalau ini berupa fiksi.

    bagaimana pun juga kalau alasan menulis untuk mengoptimalisasi SEo mungkin cukup 1 atau 2 dan tidak usah berlama-lama. kalau saya sendiri hari-hari ini memang jarang menulis lagi karena sedang ada kesibukan. tapi ya jujur memang tulisan seperti ini membuat banyak blogger tersadar mas, sunggguh membuka hati. Andai saya bisa jadi blogger muda yang bisa menginspirasi seorang yang jauh lebih tangguh dari kita. semoga sajalah.

    Salut mas! 2 jempol! teori kodok memang keren!

    BalasHapus
  2. Ini cuma cerita fiksi, mas. saya juga ingin seperti blogger muda di cerita ini, seorang blogger yang minim kemampuan tapi penuh dengan semangat. walau masih muda, bisa saja kita membangkitkan yang lebih senior.

    Saya juga ingin menyampaikan, kalau SEO dan urutan 1 di search engine bukan segalanya. kita ini bagai ksatria, tidak ada ksatria sejati yang mau membunuh musuhnya dari belakang atau yang sudah sekarat.

    Blogger juga begitu, kita harus bisa menjaga citra kita sebagai blogger yang punya etika walau tulisan kita agak nyeleneh

    BalasHapus