Hari Yang Sial

Advertisement
advertisement
Jujur saja, hari saya sedang tidak bersemangat untuk menulis. bukan karena malas menulis, tapi karena terlalu banyak masalah. padahal, sebenarnya hari ini saya menjadwalkan akan menulis sepulang dari berenang. tapi, apa mau dikata. ternyata di kolam renang, kunci motor saya hilang. jadi, harus menunggu kunci dari rumah dulu.

Walau pada akhirnya kuncinya ditemukan, tapi jadwal saya menjadi berantakan. dan dampaknya, saya menulis pada malam hari seperti ini. UTS yang masih berlangsung menambah berat otak ini. tapi, saya bukan orang cengeng yang mau manja-manjaan karena semangat yang kendur. jadi, saya akan menulis hari ini.

Kalau dipikir-pikir, sejak kapankah manusia mengenal tentang ramal meramal? mungkin sudah jauh sebelum masehi. tapi, benarkah hari sial itu ada dan ramalan bintang itu nyata?

Saya adalah seorang remaja yang punya sifat ingin tau yang lumayan besar. jadi, saya sangat ingin mencari tau soal kebenaran ramalan bintang dan hari sial. tapi, sayangnya malam ini saya tidak punya banyak waktu karena harus belajar untuk besok.

Baiklah, akan saya bahas secara Dearryk saja.

Menurut saya, ramalan bintang itu dulunya diperhitungkan dengan matematika. mungkin, orang yang menemukannya menghitung efek dari gravitasi sebuah planet dan rasi bintang pada kehidupan di bumi. dan karena hal itulah, ada sedikit efek dari rasi bintang kepada sifat seseorang. karena gaya gravitasi bumi juga terpengaruh oleh pergerakan di tata surya.

Tapi, itu dulu. sekarang sepertinya sudah jauh berbeda, karena bumi kita semakin rusak dan orang-orangnya juga semakin hari semakin aneh kelakuannya. jadi, perhitungannya pastilah jauh berubah. sayangnya, tidak ada yang menghitung ulang.

kalau pendapat saya, bagi yang percaya pada ramalan. silakan saja percaya, tapi bagi yang tidak. jangan ditolak mentah-mentah.

Tips saya dalam menghadapai ramalan seperti ini, jika ramalannya baik, maka saya akan senang pada ramalan itu, dan menganggap itu adalah hal yang baik untuk saya. tapi, jika ramalannya buruk saya tidak akan begitu saja menganggapnya suatu kebohongan.

Misalnya, keuangan saya diramalankan akan mengalami keterpurukan minggu ini. jadi, tandanya saya harus mulai berhemat mulai sekarang, dan kesehatan saya diramalkan akan baik saja. jadi, saya akan terus menjaga kesehatan yang telah diberikan oleh Tuhan.

Intinya, ramalan itu jangan hanya dianggap suatu kebohongan semata. tapi, jadikan ramalan itu sebagai motivasi. jika percaya pada ramalan, boleh saja. tapi, kita harus lebih percaya pada Tuhan dari pada ramalan.
Advertisement
advertisement
Hari Yang Sial | Ari Kurniawan | 5

3 Komentar:

  1. ramalan bintang itu berdasarkan ilmu statistik yang dilakukan oleh ilmuan china masa lalu :D

    BalasHapus
  2. Bagi saya fungsi ramalan itu ada 3
    - Hiburan
    - Motivasi
    - Antisipasi

    Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Karena hidup ini Misteri.

    Dan saya setuju sama Juragan Dearryk pada sikapnya dalam menghadapi situsi seperti ini.

    BalasHapus
  3. >>> Secangkir teh dan sekerat roti
    itukan di masa lalu, sob. setelah sekian lama, masak hitungan itu tidak berubah? belum lagi alam sedang kacau sekarang.

    >>> Gen
    Itulah yang harus kita ambil dari sebuah ramalan, percaya sih boleh saja. tapi, gunakan sebagai motivasi dan antisipasi saja

    BalasHapus