Kisah Seorang Blogger

Advertisement
advertisement
#oldposting

Akhir-akhir ini, cuaca sedang dalam masa yang buruk. hampir di seluruh Indonesia terjadi pancaroba atau musim peralihan. dalam sehari, bisa saja terjadi panas yang membakar kulit dan hujan yang menghanyutkan sampah. sungguh cuaca yang kurang bersahabat.

Tapi, di dunia blogging justru terjadi musim kering dan kemarau yang tidak jelas asal usulnya. padahal di dunia nyata hujan sangat sering turun, bahkan menyebabkan tsunami kecil di Belahan Timur. sayangnya, hujan tidak mau turun di dunia para blogger. dan efek sampingnya, para blogger menjadi kering ide.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan para blogger?

Tenang saja! ada si kodok yang akan membantu kita menghadapi masalah ini. tidak perlu mendownload software apapun, dijamin bebas virus dan dijamin ampuh. anda hanya perlu membayar $10, tapi tunggu dulu. karena saya sedang baik, anda akan saya tawari ilmu kodok dengan harga $0 saja.

Bagaimana ilmu kodok sebenarnya?

Sebagai penemu tidak resmi ilmu kodok blogging, saya akan memberikan sedikit gambaran tentang ilmu kodok.



Pada jaman dahulu kala, ada seorang blogger yang sangat gemar menulis. dia mengikuti berbagai kontes SEO dan non-SEO, hampir setiap hari dia menulis di blognya. dan tidak tanggung-tanggung, sudah ratusan program online marketing yang dia ikuti. Tapi, suatu ketika. saat dia membuka dasbornya, dia seakan tersentak. dalam otaknya, dia berpikir.

"kenapa saya harus menulis ya? bukannya bisa menggunakan teknik SEO saja, dan akhirnya blog ini akan terkenal juga."

Mental menulisnya yang awalnya sangat tebal dan kokoh, tiba-tiba runtuh. dia pun tidak jadi menulis dan menutup dasbornya.

Keesokan harinya, dia sebenarnya sangat ingin menulis. tapi, akhirnya dia hanya mempertajam SEO blognya saja. dia juga sedikit blogwalking ke beberapa blog yang sebenarnya tidak terlalu "bagus". dan tidak lupa, dia menjadi spammer di beberapa blog ternama.

Hal itu dia lakukan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. dia pun sangat senang melakukannya, tanpa harus berpikir keras. dia pun mendapat banyak kunjungan, PR blognya juga naik.

Tapi, ketika suatu hari, dia mendatangi sebuah blog yang lumayan baru. usianya baru 1 bulan, dan blogger adminnya adalah anak berusia sekolah. dia pun tidak lupa memberikan komentar yang OTT( Out Of Topic) dan memberikan komentar spam. Keesokan harinya, si blogger muda itu mendatangi blognya.

Blogger muda itu sangat tertarik dengan tulisan-tulisan si blogger spam. jadi, dia membaca banyak artikel yang menarik untuknya. dan tidak lupa berkomentar. apakah komentarnya juga berupa spam? tidak! karena dia tidak mengerti apa itu spam, dan bagaimana melakukannya. jadi, dia berkomentar dengan gaya seorang anak baru.

Saat si blogger spam membuka dasbornya, tujuannya sih untuk menyerang 10.000.000 blog dalam listnya. tapi, dia terkaget-kaget sampai terkencing-kencing. ternyata ada puluhan komentar di blognya. dan komentar itu berasal dari satu sumber, komentar terakhirnya seperti ini

"Wah... blognya bagus banget, tulisannya juga super menarik. tapi, kenapa tidak pernah menulis lagi? padahal saya banyak belajar lho, pak. kalau saja blog ini aktif lagi, saya akan rela mereview blog ini terus-terusan. tidak lupa untuk berkomentar, walau tidak dibales dan tidak dikunjungi balik. asalkan blog ini aktif lagi, karena tulisannya memotivasi saya untuk terus ngeblog."

Nah, siapa yang tidak suka mendapat komentar seperti itu? (saya juga mau kalau seperti itu)

si blogger spam pun langsung menuju ke meja tulis di dasbor blognya, tapi apa yang dia rasakan?

>>> To Be Continue (Akhir Kisah Seorang Blogger)
Advertisement
advertisement
Kisah Seorang Blogger | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar