Dilarang Bicara SARA?

Advertisement
advertisement
Tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari dua tempat berbeda dengan kasus yang berbeda pula, dan dengan pandangan yang berbeda pula. Di tempat pertama, sebut saja tempat itu Blogernas. Kalau anda adalah pengunjung setia LintasBerita.com dan Kompasiana, pasti mudah menemukan orang yang bernama Erianto Anas. Nah, dialah pemilik Blogernas.

Blogernas ini sangat banyak menelurkan postingan yang nyeleneh dan 'kontroversial', dengan diawali kasus rencana pembakaran AlQuran beberapa waktu lalu. Nah, dari sanalah Blogernas ini mulai berubah. Dari yang awalnya hanya membahas blogging, sekarang sudah membahas banyak hal.

Beberapa minggu yang lalu, Blogernas ini sempat memuat tulisan soal SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Saya lupa tulisannya yang mana, tapi di tulisan ini Pak Erianto Anas membahas kalau kita tidak usah takut membicarakan SARA. Yang salah adalah ketika kita melakukan kesalahan, tapi akhirnya menjadikan SARA sebagai alasannya.

Itulah kisah dan kasus yang terjadi di tempat pertama.


Kisah di tempat kedua berbeda lagi kasusnya, pernahkah anda berkunjung ke alamat ini "sara.blogspot.com"?

Sebelum anda berkunjung kesana, coba tebak. Blog itu berasal dari Indonesia atau luar negeri? Kalau saya akan menjawab dari luar negeri, khususnya karena bloggernya bule. Kenapa saya tau? Karena saya sudah berkunjung kesana.

SARA disini berarti nama seseorang. Bukan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.

Lalu apa hubungannya?

Jangan selalu memandang SARA itu hal yang negatif, karena ada juga SARA yang membanggakan yaitu Yuni SARA. Selain itu, sadarilah kalau kita ini berbeda. Tapi, bukan berarti kita harus membeda-bedakan.
Advertisement
advertisement
Dilarang Bicara SARA? | Ari Kurniawan | 5

2 Komentar:

  1. hahaaa.. dikirain mau bahas SARA dari sudut pandang yang mana.. ternyataa...

    tapi bagus lah, ini yang saya suka! menyikapi sebuah persoalan ternyata tidak harus dari sisi konvensional (orang kebanayakan, red). Tapi tak jarang justru terasa lebih menarik ketika sudut pandangnya kita belokkan sedikit saja...

    BalasHapus
  2. Begitulah maksud saya... Kasian juga dengan orang-orang bernama SARA, mereka jadi sering dijelekkan. hahaha...

    Kadang-kadang kita harus memandang suatu masalah kontroversial dengan sedikit nyeleneh, soalnya kalau diseriuskan akan membuat semakin stress.

    BalasHapus