Panca Kodok

Advertisement
advertisement
Kodok dalam bahasa Inggris artinya Sapi Anjing (CowDog). Aneh bukan? Kodok itu sebenarnya bahasa Inggris, tapi digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menunjuk seekor hewan yang suka melompat dan bisa hidup di dua dunia. Dunia Air bersama Dolpino dan di Dunia Binatang bersama Otan.

Banyak sekali orang yang menganggap remeh hewan yang satu ini, bahkan banyak orang yang melihat kodok sebagai hewan yang menjijikan karena lendirnya. Tapi, itu adalah pandangan sekejap saja. Jika anda memperhatikan kodok selama 2 jam, apa yang akan terjadi? Kodoknya pasti akan melompat kemana-mana.

Nah, mari kita bersama-sama belajar ilmu hidup kodok. Untuk itu, kita harus mengetahui nilai filosofi dari kodok.


1. Kodok adalah hewan yang bisa hidup di dua alam, sayangnya belum ditemukan kodok terbang dan kodok yang bisa melihat hantu. Jadi, kita juga harus bisa seperti kodok. Yaitu hidup di alam yang berbeda tapi tetap menjadi orang yang sama. Tidak mungkin seekor kodok yang masuk ke air menjadi ikan mas.

2. Kodok adalah hewan yang kecil bahkan disepelekan. Tapi, tanpa kodok mungkin ada lebih banyak serangga di dunia ini. Selain itu, populasi ular mungkin akan lebih sedikit. Jadi, kita harus bisa menjadi orang kecil yang memberi dampak besar. Dari pada menaadi seperti para pejabat besar, tapi memberi dampak kecil bahkan tidak ada.

3. Kodok melakukan metamorfosis sempurna. Sejak dari telur hingga dewasa bentuknya selalu berubah, dari kecebong yang hitam dan kecil hingga menjadi kodok. Jadi, kita harus bisa menjalani hidup ini selalu ke arah yang lebih baik. Misalnya hari ini kita membuat seseorang menangis, maka besok kita harus meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi.

4. Kodok adalah hewan yang setengah beracun setengah enak. Beberapa kodok sangat beracun, beberapa lagi sangat enak untuk dimakan. Jadi, kita harus bisa menjadi seperti kodok. Di sisi lain kita harus bisa membela diri, di lain sisi kita harus bisa bersikap lembut dan baik.

5. Kodok bisa melompat, berjalan dan berenang. Belum ada kodok yang bisa terbang. Jadi, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan suasana dan keadaan. Jangan berlari ketika ada di air dan jangan berenang ketika ada di jalan raya.

Oke, itulah Panca Kodok. Selamat menerapkan.
Advertisement
advertisement
Panca Kodok | Ari Kurniawan | 5

5 Komentar:

  1. Wah bagus, semoga saya dan smua orang mampu slalu menerapkannya.

    Namun kodok itu bukannya ada yg bisa terbang. ?

    BalasHapus
  2. wah,,, ada kodok nih... jiji ah... tapi ga jiji dateng ke sini, dengan senang hati saya berkomentar... hehehehe

    jangan lupa datang ke tempat saya juga ya, komen+follow nya sangat saya tunggu. terima kasih.

    http://www.ch4ndr4.com

    BalasHapus
  3. @Jira : Semoga saja kita semua bisa menerapkannya. Masak ada Jira? Saya kurang tau soalnya. hehe.. yang saya tau kodok itu bisa melompat dan berenang saja.

    @CH4NDR4: Wah.. terimakasi sudah datang kesini bang chandra, jangan lupa kembali lagi ya. hehehe.. sepertinya blog anda bahasa Inggris ya? Siap-siap buka kamus dulu.

    BalasHapus
  4. Yang pernah saya tonton, ada kodok yg menjatuhkan dirinya dari pohon dan mengepakan selaput yg ada di kakinya.. Bukankah itu bisa disebut terbang.?

    BalasHapus
  5. @Jira : saya hanya pernah lihat tokek dan kadal yang seperti itu, tapi mungkin ada juga ya. Terimakasih atas infonya, Jira.

    BalasHapus