Api Rokok Pun Bisa Meledakkan Istana

Advertisement
advertisement
Alkisah di negeri nan jauh di mato, ada sebuah kerajaan di tengah gurun yang dipimpin oleh seorang raja yang sangat kejam. Setiap harinya, sang raja menangih pajak pada warganya. Kalau tidak bisa membayar, mereka akan dibuang ke gurun yang tak berujung.

Suatu hari, ada seorang pemberontak yang berusaha meledakkan istana dan membunuh raja biadap tersebut. Dia meletakkan puluhan drum bahan peledak di sekitar istana, seluruh drum itu dihubungkan dengan seutas tali panjang yang dilumuri minyak.

Saat dia akan menyulut api dan meledakkan seluruh istana, tiba-tiba dia ditangkap oleh seorang penjaga. Pemberontak tersebut pun dibawa ke hadapan raja. Ternyata orang tersebut adalah
adik raja sendiri, sang raja pun memerintahkan untuk membuang adiknya ke gurun tak berujung.

Pada suatu ketika, sang raja sedang berjalan-jalan disekeliling istana bersama pengawal setianya sambil menghisap sebatang rokok yang harganya sangat mahal. Dengan gampangnya dia membuang rokok yang masih menyala itu. Hasilnya, rokok itu menyentuh tali yang berlumuran minyak yang dipasang oleh adiknya.

Boom...! Dar....! Bruyar....! Istana tersebut pun meledak berkeping-keping karena sebatang rokok.

Kalau bisa digambarkan lewat cerita, begitulah sikap beberapa orang di Indonesia. Mereka tidak sadar kalau berada dalam sebuah jebakan besar yang dirancang orang-orang yang punya harta dan kuasa.

Hanya dengan sebuah sulutan kecil saja, jebakan itu sudah meledak dan membuat orang-orang membencinya. Sadarlah kalau kita tinggal di negara yang sulit ditebak. Siapa yang harus kita percaya, ketika semua pihak mengklaim dirinya benar dan yang lain berbohong.

Bahkan USA pun yang katanya pemilunya paling damai memiliki sebuah jebakan besar bagi beberapa orang yang berkuasa. Jangan terlalu percaya pada sebuah sumber sumber tapi, jangan menjadi alergi dengan berita yang kontroversial. KRITIS adalah jawabannya!
Advertisement
advertisement
Api Rokok Pun Bisa Meledakkan Istana | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar