Gerakan Penolakan Terhadap Ujian Nasional

Advertisement
advertisement
Ujian Nasional atau UN mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pelajar di negeri ini. Banyak pelajar yang tidak lulus UN dan harus ikut kejar paket. Namun, tak sedikit pula yang mengukir prestasi dengan mendapat nilai hampir sempurna saat Ujian Nasional.

Tapi, masih banyak pelajar yang tidak setuju dengan pelaksanaan UN. Alasan mereka bisa dikatakan masuk akal. Bahkan di jejaring sosial seperti Facebook banyak sekali gerakan pelajar yang menolak pelaksaan Ujian Nasional.

Apa sebenarnya alasan mereka? Berikut ini adalah alasan mengapa banyak pelajar yang melakukan Gerakan Penolakan Terhadap Ujian Nasional.
1. Ujian Nasional adalah Pelanggaran HAM. UN dianggap melanggar Hak Asasi Manusia para pelajar, karena mereka dituntut untuk bisa lulus UN agar bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Padahal banyak faktor yang mempengaruhi nilai dan keadaan pelajar selama UN berlangsung.

2. Ujian Nasional adalah pengabaian prestasi dan usaha siswa selama 3 tahun. Para pelajar merasa prestasi dan usaha mereka belajar selama 3 tahun terabaikan oleh Ujian Nasional. "Percuma saja belajar 3 tahun kalau ditentukan dalam 4 hari!" Kira-kira begitulah ucapan rata-rata para pelajar.

3. Ujian Nasional adalah pengabaian terhadap saran dan prasana pendidikan. Ujian Nasional artinya berlaku sama di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke soalnya sama saja. Tapi, apakah sarana dan prasana di Jakarta sama dengan di NTT? Kalau seluruh sekolah memiliki sarana dan prasana yang sama, mungkin alasan ini tidak akan muncul.

Kira-kira itulah 3 alasan mengapa para pelajar kurang setuju dengan pelaksanaan Ujian Nasional. Anehnya, ada saja anak-anak yang mengukir prestasi setiap tahunnya. Tapi, tidak sedikit yang mengalami fenomena tidak lulus.
Advertisement
advertisement
Gerakan Penolakan Terhadap Ujian Nasional | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar