Keanehan Ujian Nasional

Advertisement
advertisement
Ujian Nasional adalah sebuah kata yang cukup menakutkan bagi beberapa siswa, kenapa? Jawabannya mudah saja, yaitu mereka belum siap dan kalah mental! Padahal UN adalah hanya puluhan soal yang perlu dijawab pada selembar LJK (Lembar Jawaban Komputer) dengan pensil 2B. Sesulit apa sih hal itu?

Itu kalau kita mau berpikir secara sederhana. Tapi, kalau kita ingin berpikir secara rumit. UN bukan hanya sekedar belajar dan mengisi LJK. UN menjadi sebuah momok menakutkan karena expose yang sangat besar ketika ada yang tidak lulus atau lulus dengan nilai terbaik.

Jika ada yang tidak lulus, pasti yang menjadi sorotan utama adalah pihak sekolah dan guru. Padahal yang ikut UN adalah siswanya, kenapa dia bisa tidak lulus? Kurang Belajar? Terlalu Tegang? Siapa yang tau.


Anehnya, kalau ada yang lulus dengan nilai terbaik. Lagi-lagi pihak sekolah dan guru jadi sasaran, ada apa dibalik semua ini? Diberikan Kunci? Diperbaiki?

Di beberapa tempat, sering terjadi yang namanya kutukan Ujian Nasional. Tapi ini hanya mitos atau kebetulan lho. Biasanya pada saat UN, ada siswa yang sangat beruntung. Dia jarang belajar tapi duduk dekat dengan siswa yang pintar, jadi secara otomatis mendapat contekan dan akhirnya bisa lulus dengan nilai yang baik pula.

Di sisi lain, ada siswa yang selalu mendapat ranking 1 bahkan juara umum. Tapi, ketika UN dia malah tidak lulus. Hal ini bisa disebabkan banyak hal, karena terlalu tegang, terlalu lelah belajar atau memang tidak ikut saat UN berlansung.

Pokoknya ada saja kejadian yang menimpa pelajar saat UN akan diadakan. Apakah ini sebenarnya? Kutukan UN?

Nah, itulah beberapa hal aneh dibalik Ujian Nasional di Indonesia. Siapa yang aneh? Guru? Sekolah? Siswa? Pemerintah? Atau saya?
Advertisement
advertisement
Keanehan Ujian Nasional | Ari Kurniawan | 5

1 Komentar:

  1. emang tuk mengetahui keaslian nilai hasil ujian seseorang siswa sulit di buktikan, karena hasil ujian banyak sekali faktor yang menentukan, baik faktor yang timbul dari diri siswa itu sendiri(mental dsb), keluarga (dukungan), lingkungan(pengaruh yg menyesatkan), bahkan kecurangan dalam mengerjakan soal ujian. Jadi kesimpulan saya perolehan nilai tinggi yang tertera di daftar NEM, Ijazah) bukan jaminan siswa untuk mendapatkan predikat siswa itu pintar.Siswa/orang yang pandai adalah bagaimana setelah siswa itu menuntut ilmu, ilmunya bisa di gunakan dan bermanfaat untuk orang banyak

    BalasHapus