Cerita Dearryk PraSejarah

Advertisement
advertisement
Di sebuah gua batu, terdengar suara bayi menangis. Ternyata, ada seorang bayi tidak berdaya yang ditinggalkan oleh orangtuanya di dalam gua. Orang-orang jaman batu yang menemukannya pun mengira kalau anak itu adalah anak ajaib karena tidak diketahui siapa yang melahirkan atau memilikinya.

Anak itu dirawat dengan baik oleh orang-orang jaman batu, mereka pun akhirnya kebingungan sendiri mencari nama untuk bayi itu. Dengan beduyun-duyun, mereka menuju dukun jaman batu di puncak gunung. Sang dukun pun mengucapkan mantra-mantra yang sangat aneh dan sulit dimengerti (bahasa orang jaman batu).


Pada akhirnya, si dukun memberikan nama De Arr pada bayi itu. De artinya air sementara Arr artinya mengalir. Namun, saat ingin memberitahukan hal tersebut pada warga jaman batu. Sang dukun mengalami cegukan hebat, sehingga yang dia ucapkan menjadi "De Arr... yk"

Sejak saat itulah, bayi yang dianggap ajaib itu diberi nama Dearryk. Singkat cerita, bayi kecil itu tumbuh menjadi seorang pemuda jaman batu yang biasa saja. Namun, semua warga masih menganggapnya ajaib.

Suatu ketika, desa orang-orang jaman batu mengalami kebakaran. Di saat yang sama, Dearryk sedang tidur siang dibawah sebuah pohon.  Tiba-tiba sebuah sarang semut jatuh tepat di badan Dearryk, dia pun dikerumuni oleh ribuan semut.

Dari kejauhan orang-orang jaman batu memperhatikan kalau Dearryk sedang menari, tidak lama berselang muncullah awan gelap dilangit yang tandanya akan hujan. Agar cerita tambah singkat, desa itu pun diguyur hujan dan kebakaran berakhir.

Orang-orang jaman batu pun mengira kalau Dearryk-lah yang melakukannya. Semenjak saat itulah orang-orang mulai mengenal yang namanya "Tarian Pemanggil Hujan".


Cerita ini hanya fiksi dan untuk hiburan semata. 
Advertisement
advertisement
Cerita Dearryk PraSejarah | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar