Sensasi Dearryk di Las Pegas

Advertisement
advertisement
Suatu ketika, matahari bersinar sangat terang dan panas diatas kota Las Pegas. Seorang pemuda terlihat sedang duduk di bawah pohon palem di depan sebuah tempat judi besar. Dia tampak kepanasan dan kehausan, oh ternyata itu Dearryk.

Beberapa saat kemudian, datangalah 3 orang polisi Las Pegas. Mereka adalah Ujang, Umi dan Udin. Dengan kasarnya, mereka menyeret Dearryk yang sedang kehausan dan kepanasan.

"Apaan ni? Kok main seret aja? Salah gue apa?" kata Dearryk berusaha melawan.


"You're disturb other people on the street! They hate you look at them!" kata Umi si polwan Las Pegas.

Karena tidak mengerti bahasa para polisi, akhirnya dengan pasrah Dearryk ikut saja dan dipenjara selama 3 kali puasa, 3 kali lebaran.. (abang tak pulang-pulang, sepucuk surat pun tak datang)

Setelah sekian lama di penjara, akhirnya penjara itupun kepenuhan napi. Jadi, beberapa napi dilepaskan termasuk Dearryk. Karena tidak mau lagi berurusan dengan polisi Dearryk pun pergi sejauh mungkin dari kota Las Pegas.

Sayangnya, ketika dia hendak menyebrang di perbatasan. Dia tertimpa masalah lagi.

"Pakpol (Pak Polisi), saya mau lewat dong!"

"Show mie (me) your passport!"

"Saya nggak punya mie pak, apalagi passport."

Nah, karena dua orang itu bicara dengan bahasa yang berbeda. Penulis pun malas menuliskan dialog mereka, singkat cerita Dearryk ditahan lagi karena mengganggu polisi dan tidak punya passport.

Karena sudah malas masuk penjara lagi, Dearryk pun menyiapkan dirinya untuk kabur dari penjara Las Pegas. Bagaimana caranya? Berhasilkah usahanya?

Tunggu edisi selanjutnya.
Advertisement
advertisement
Sensasi Dearryk di Las Pegas | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar