Penulis Oh Penulis

Advertisement
advertisement
Menulis memang kegiatan yang dianggap terlalu mudah bagi beberapa orang, tapi kalau memang seperti itu mengapa hanya sedikit orang yang menjadi penulis dan kenapa para penulis novel terkenal membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikan karya mereka.

Saya memang bukan penulis, bahkan di keluarga saya tidak ada darah penulis yang mengalir. Tapi, entah kenapa saya jadi suka menulis blog. Walaupun hanya beberapa paragraf yang sama sekali tidak penting, namun setidaknya tulisan saya dibaca orang lain kan?

Dari yang saya ketahui, beberapa penulis ada yang punya kebiasaan unik saat menulis (kalau dibilang aneh nanti mereka tersinggung).


1. Penulis Sosial. Para penulis sosial biasanya tidak bisa menulis sendiri (jadi nulisnya bareng-bareng?), maksudnya mereka tidak bisa menulis kalau suasana sedang sangat sepi seperti saat Nyepi di Bali. Mengapa? Inspirasi mereka datang dari apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar.

Penulis sosial biasanya suka berada di tempat-tempat keramaian, dan membawa kertas kecil atau yang lebih canggih membawa smartphone.

2. Penulis Hantu. Hantu bisa nulis? Bukan! Yang saya sebut penulis hantu adalah para penulis yang sukanya menyendiri. Coba taruh mereka ditengah-tengah konser atau tempat dugem. Dijamin 100% mereka tidak akan bisa menulis, paling tidak mereka akan ikut berjoget.

Tapi, kalau para penulis hantu (baca : penyuka keheningan) ditaruh di kuburan, tempat angker, rumah kosong atau ruangan khusus. Mungkin mereka akan mulai menulis apa yang mereka pikirkan. Mungkin mereka bisa juga disebut sebagai penulis yang mendengarkan suara alam.

3. Penulis JD (Juragan Dugem). Mungkin saya bisa dimasukan dalam kategori yang satu ini. Penulis JD adalah penulis yang sering bahkan selalu mendengarkan musik atau lagu saat menulis? Tujuannya?

- Agar tidak sepi (kalau sepi kan bikin takut)
- Menambah Inspirasi
- Mengurangi stress ketika ide menguap
- Iseng

Nah, itulah beberapa kebiasaan unik para penulis dan sebutan bagi penulisnya.
Advertisement
advertisement
Penulis Oh Penulis | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar