Terimakasih Letto

Advertisement
advertisement
Belakangan ini saya kurang punya gairah untuk ngeblog, hal itu bisa dilihat dari kualitas tulisan saya yang semakin jeblok dan bahkan tidak pantas dibaca. Sebenarnya hal ini bukan hanya terjadi saat saya ngeblog, di dunia nyata kehidupan saya juga mulai berantakan. Makan tidak teratur, tidur larut terus, bangun kesiangan, jarang di rumah dan masih banyak lagi.

Dan kalau melihat agak ke belakang. Nilai UN saya juga kalah jauh jika dibandingkan dengan nilai teman-teman sekelas saya yang lain. Maklumlah, saat UN yang lalu saya ada sedikit masalah sehingga kurang konsentrasi saat mengerjakan UN. Tapi, yang penting saya sudah lulus.

Tapi, saya bertekad melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Diawali saat saya sedang terjebak lampu merah di Jalan Mahendradata, Denpasar. Saat itu disamping saya ada sebuah mobil yang terbuka kacanya. Dari dalam mobil, terdengar musik yang sebenarnya tidak asing bagi saya. Tapi, jujur waktu itu saya lupa lagu apa itu.


Saat perjalanan pulang, tiba-tiba saya ingat lirik lagu itu dan berusaha mendendangkannya, tentunya dengan bisik-bisik. Kalau saya bernyanyi keras-keras pasti di kira orang gila.


"Oh bukanlah cantikmu yang ku cari, 
Bukan itu yang aku nanti,
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tau mawar tak seindah dirimu
Awan, tak seteduh tatapanmu
Tetapi, kau tau yang ku tunggu
Hanyalah, senyumanmu."


Ya, sebuah lagu dari Letto yang berjudul Senyumanmu. Walaupun saya kurang tau apa maksud lagu itu, tapi bagi saya lagu itu mengingatkan saya bahwa hidup ini harus selalu dilalui dengan senyuman. Jangan hanya memandang seseorang dari fisiknya, kecantikan sebenarnya berasal dari hati, bukan dari wajahnya.

Sekarang, saya akan berusaha menemukan jiwa DeArryk yang baru dengan semangat yang lebih membara lagi. MERDEKA...

Oh ya, tidak lupa saya ucapkan terimakasih pada 3 orang yang memberi saya semangat perubahan ini.

1. Tuhan
2. Orang yang memiliki mobil sewaktu saya di Jalan Mahendradata, Denpasar.
3. Letto
Advertisement
advertisement
Terimakasih Letto | Ari Kurniawan | 5

1 Komentar: