Memulai Masa Putih Abu-Abu

Advertisement
advertisement
Akhirnya setelah sekian lama menunggu, untuk pertama kalinya saya memakai seragam putih abu-abu untuk berangkat ke sekolah. Rasa bangga, senang dan tegang bercampur aduk saat saya menelusuri jalan menuju sekolah yang memang lumayan jauh.

Masa Putih Abu-abu atau masa SMA kata beberapa orang adalah masa yang akan sangat sulit untuk dilupakan. Bahkan, orangtua dan beberapa saudara saya yang sudah lulus dari SMA mengatakan kalau mereka punya banyak kenangan semasa di SMA.

persona 4
Selain itu, pada masa SMA ini ada beberapa peristiwa penting yang harus saya lalui. Yang pertama, dalam beberapa 1-2 tahun ke depan (kalau tidak ada halangan apapun) saya akan melaksanakan upacara potong gigi, salah satu upacara wajib bagi umat Hindu di Bali.

Lalu, beberapa bulan lagi (kira-kira Bulan Oktober) saya akan mulai bergabung dengan karang taruna di banjar (dusun) saya. Kalau di Bali, karang taruna lebih dikenal dengan sekaa teruna.



Nah, agar tulisan ini tidak hanya membahas soal diri saya. Maka saya akan sedikit menyinggung soal sisi lain dari masa SMA.


1. Persiapan terakhir sebelum ke masyarakat. Masa SMA adalah persiapan terakhir kita sebelum 100% benar-benar terjun ke masyarakat. Saat memasuki masa SMA, mungkin sebagian masyarakat masih menanggap kita dalam masa belajar, jadi ada toleransi. Namun, setelah kita lulus SMA walaupun melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tetap saja akan dianggap sudah dewasa dan tidak lagi dalam masa belajar.

Jadi, manfaatkan waktu dengan benar dan baik-baik saat masa SMA. Sehingga, saat kita terjun langsung ke masyarakat kita punya bekal ilmu dan keterampilan yang bisa membantu.

2. Perkenalan lingkungan pergaulan masyarakat. Bagi anda yang sudah lulus SMA, masih di SMA atau baru saja di SMA seperti saya. Apakah anda merasakan kalau lingkungan pergaulan di SMA adalah versi kecil dari lingkungan pergaulan di masyarakat. Anak-anak SMA cenderung merasa sudah dewasa dan sudah bisa bertanggungjawab atas dirinya (walau tidak 100% seperti itu).

Pergaulan di SMA (yang baik dan benar) bisa dipakai sebagai cerminan pergaulan yang akan kita hadapi di masyarakat. Bayangkan saja, kalau pergaulan kita di SMA sudah bagus kemungkinan pergaulan di masyarakat juga akan bagus.

3. Melatih keterampilan dan mengasah kemampuan. Sama seperti saat kita SD dan SMP, di SMA pun kita harus semakin mengasah kemampuan kita di bidang ilmu pengetahuan dan melatih keterampilan kita di bidang non-akademis. Namun, khusus untuk di SMA ilmu yang didapat tentunya memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan butuh pemahaman yang lebih bagus.

Selain itu, jangan lupa kalau saat SMA kita harus melatih keterampilan kita di segala bidang karena setelah lulus kita harus terjun langsung di masyarakat.

4. Mitos, Legenda dan Kebenaran tentang SMA. Apakah anda pernah menonton film "Catatan Akhir Sekolah"?

Film tersebut menceritakan tentang beberapa siswa yang merekam kejadian-kejadian di sekolahnya kemudian menunjukannya di seluruh warga sekolah. Dalam film pendek buatan mereka, ada adegan yang menunjukan kebaikan sekolahnya, di sisi lain mereka juga menunjukan sisi lain sekolah mereka yang buruk.

Lalu, apakah kisah seperti itu hanya mitos (tidak ada), legenda (tidak pasti) atau sebuah kebenaran tentang SMA???

Kalau mau jujur, semua orang pasti setuju kalau di SMA akan selalu ada hal-hal buruk dan negatif. Tapi, tidak selamanya seburuk seperti apa yang digambarkan di film-film. Mungkin siswa nakal, bandel dan bertampang seperti preman akan selalu ada, tapi itulah mereka.

Di sisi lain, di SMA juga ada kebaikan-kebaikan yang bisa membentuk manusia yang lebih baik.

5. Awal pemberian tanggungjawab besar dan kepercayaan. Kalau di hitung-hitung, secara umum kebanyakan orang di Indonesia akan mencapai usia 17-18 tahun saat masa SMA. Lalu apa hubungannya???

Kalau saya tidak salah, salah satu syarat untuk mendapatkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) adalah usia minimal 17/18 tahun. Lalu, setelah mendapatkan KTP, kita bisa mendapat SIM (Surat Ijin Mengemudi). Dan yang tak kalah pentingnya adalah hak untuk ikut dalam Pemilu. (Hore.... Milih Presiden...!!)

Oh ya, beberapa orangtua biasanya memberikan ijin/kepercayaan kepada anaknya untuk mulai MENCARI dan MEMILIH calon pendamping hidupnya. Atau bahasa gampangnya adalah PACAR. Dengan kata lain, kebanyakan orangtua mengijinkan putra-putrinya untuk berpacaran secara terang-terangan saat masa SMA.

Tentunya berpacaran yang baik dan benar.

6. Kesempatan terakhir bersenang-senang. Ini ada hubungannya dengan poin nomor 1. Masa SMA adalah kesempatan terakhir untuk bersenang-senang dengan teman-teman. Tapi, apakah setelah lulus SMA kita tidak bisa bersenang-senang? Tentu bisa! Tapi, rasanya akan sangat berbeda.

Jadi, manfaatkan kesempatan terakhir bersenang-senang selama 3 tahun dengan baik. Lakukan hal positif dan jauhi hal negatif.
Advertisement
advertisement
Memulai Masa Putih Abu-Abu | Ari Kurniawan | 5

2 Komentar:

  1. sip gan...
    saya pake baju putih abu2, 1 tahun yg lalu :).

    BalasHapus
  2. 1 tahun yang lalu ya? berarti udah lulus dong gan? Kalau saya baru tahun ini berseragam putih-abu2...

    BalasHapus