Mengatasi Kecanduan

Advertisement
advertisement
Sebelum membahas topik utamanya, saya mau sedikit berterimakasih pada anggota PIK-KRR di SMAN 1 Kuta Utara yang tadi pagi sudah memberikan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di kelas X.1 (sepuluh satu). Kenapa?

Dulunya (mengenang masa lalu) saya adalah anggota KSPAN (lupa kepanjangannya) di SMP. Waktu masa jadul itu, saya juga sering ikut menyuluhan dan kadang juga memberikan sedikit menyuluhan pada teman (tutur sebaya). Tapi, sekarang tidak ikut karena sesuatu hal yaitu, malas.


Oh ya, 'kecanduan' disini bukan hanya kecanduan pada NAPZA, tapi kecanduan secara umum. Dalam jalan pikiran saya, kecanduan itu dimulai dari sebuah PENYALAHGUNAAN. Misalnya, NAPZA biasa digunakan dalam dunia pengobatan sebagai obat penenang bagi orgil (orang gila) dan penderita kanker. Namun, disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Contoh lainnya, PlayStation sebenarnya bertujuan untuk menghilangkan kebosanan serta melatih koordinasi mata dan tangan, selain itu juga untuk  melatih logika. Tapi, karena adanya PENYALAHGUNAAN maka PlayStation dijadikan sebagai sarana menghabiskan waktu secara percuma bahkan berjudi.


Oke, supaya tulisan ini tidak panjang-panjang amat. (nanti banyak yang bosan), maka berikut ini saya menuliskan beberapa cara mengatasi kecanduan pada sesuatu.

1. Kurangi Dosis/Durasi. Cara menghilangkan kecanduan yang paling tepat adalah dengan menguranginya secara perlahan, persis sama seperti yang dilakukan kepada para pecandu NAPZA. Kalau mereka langsung diputuskan dengan obatnya, maka besar kemungkinan mereka akan mengalami sakaw.

Jadi, untuk menghilangkan sebuah kecanduan. Mulailah dengan mengurangi dosis yang digunakan, atau mengurasi durasi pemakaiannya. Misalnya, anda kecanduan online/facebook, bahkan bisa 9 jam per hari. Mungkin bisa dengan mengurangi waktu online menjadi 8 jam, kemudian menjadi 7 jam dan seterusnya hingga tidak merasa kecanduan lagi.

2. Mencari hal/kegiatan lain. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang sangat berbeda dengan kegiatan yang membuat kecanduan. Misalnya, anda kecanduan bermain game online hingga menghabiskan banyak waktu dan uang di warnet. Maka, anda bisa mencoba kegiatan bersepeda. Selain bisa membuat sehat, juga bisa sedikit mengalihkan perhatian anda dari game online.

Namun, cara ini sepertinya sama saja seperti pisau bermata dua. Mengapa? Ketika anda kecanduan sesuatu lalu mencari sesuatu yang lain sebagai pengalihannya. Kemungkinan, anda juga bisa kecanduan dengan sesuatu yang awalnya dijadikan sebagai pengalihan tersebut.

3. Hipnotis.  Cara ini adalah versi instant dari cara-cara mengatasi kecanduan lainnya. Sayangnya, dengan jalan dihipnotis mungkin akan bisa langsung mengurangi bahkan menghilangkan kecanduan. Tapi, kita juga akan bisa lupa pengalaman-pengalaman berharga yang mungkin kita perlukan saat menjadi 'pecandu'.

Selain itu, jalan hipnotis juga sepertinya kurang pas untuk menghilangkan kecanduan-kecaduan sederhana seperti game online, facebook, belanja dan lainnya.

4. Keinginan dari diri sendiri. Kalau memang dari diri sendiri sudah ingin mengatasi kecanduan tersebut, maka akan sangat mudah menghilangkannya. Misalnya saya sendiri, beberapa bulan yang lalu sempat merasakan yang namanya kecanduan berinternet ria, bahkan bisa berjam-jam di depan komputer hanya untuk browsing, chatting, di forum dan ngeblog.

Namun, karena keinginan dari diri sendiri yang memang mau menghabiskan lebih banyak waktu untuk hal yang lebih bermanfaat. Maka saya bisa mengatasinya, sekarang saya hanya online sekitar 1-2 jam. Kalau  sedang mau menulis blog seperti sekarang, mungkin bisa sampai 3 jam saja.

Nah, jadi faktor dari dalamlah yang paling kuat dan paling penting dalam mengatasi kecanduan.
Advertisement
advertisement
Mengatasi Kecanduan | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar