Adu Gengsi Dengan Jalan Kaki

Advertisement
advertisement
Hari ini, 6 September 2011. Seperti biasa, siswa-siswa SMAN 1 Kuta Utara (Sakura) seperti biasanya masuk ke sekolah namun anehnya tas mereka terlihat tipis dan para siswa terlihat sangat santai. Ada apa gerangan??? Semenjak pagi, aula sekolah sudah dipenuhi oleh anggota OSIS, makanan dan minuman yang bertumpuk, guru-guru yang sibuk serta atlet Sakura.

Ternyata, hari ini ada Gerak Jalan Margarana-Puputan Badung untuk mengenang sejarah Puputan Badung ke-105. Pantas saja sebagian warga Sakura tampak sangat sibuk semenjak pagi, tapi sebagian lagi harus melakukan rutinitas alias belajar.

Singkat cerita, kira-kira jam 10 pagi. Siswa yang belajar diijinkan untuk pulang tapi dengan syarat harus mendukung teman-teman mereka yang mengikuti Gerak Jalan. DeArryk pun tidak ketinggalan dan mendapat tugas di jalan Ahmad Yani (Ayani), Denpasar. Tepatnya di depan  
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah 
Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah 
Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Bali.




Kami (siswa Sakura kelas X.1) sudah berada disana sekitar pukul 11.30 WITA. Tapi, peserta nomor urut 1 baru datang sekitar pukul 12.30 WITA. (penantian yang sungguh melelahkan). Namun, sebelumn para peserta lewat kami melihat banyak sekali ambulance yang lalu-lalang membawa peserta gerak jalan yang pingsan dan kelelahan. Bagaimana tidak, jarak yang ditempuh itu 28 km... dengan berjalan kaki.

Oh ya, untuk sedikit informasi saja. Lomba gerak jalan tersebut adalah bagian dari Peringatan Puputan Badung dan untuk tahun ini mengambil tema "Melalui Peringatan Puputan Badung ke-105 Tahun 2011 Kita Tingkatkan Rasa Jengah, Erang dan Sutindih Menuju Masyarakat Shanti dan Jagaditha." Untuk masalah hadiah, para peserta memperebutkan piala bergilir "Keris Badung" dan untuk tahun ini total hadiahnya 375 juta.

Berikut ini adalah foto mobil yang membawa piala bergilir "Keris Badung".



Kriteria penilaian dari lomba gerak jalan ini adalah kecepatan waktu, keutuhan, keseragaman dan kerapian barisan. Salah satu alasan mengapa banyak sekali peserta yang mengikuti lomba tersebut (kurang lebih 90 tim) bukan karena hadiahnya, melainkan karena gengsinya. Lomba gerak jalan tersebut memiliki gensi tersendiri khususnya di Kabupaten Badung dan Denpasar.

Setelah tim putri Sakura lewat, DeArryk pun menuju Lap. Puputan Badung. Ramai banget.... Setelah koordinasi dengan teman-teman, OSIS dan guru. Akhirnya kami dipersilakan pulang... Perjalanan pulang sangat panas, macet dan menyiksa...

Nah, sekianlah laporan jurnalistik ala DeArryk mengenai Lomba Gerak Jalan Margarana-Puputan Badung.
Advertisement
advertisement
Adu Gengsi Dengan Jalan Kaki | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar