Dari Sampah Jadi Rupiah

Advertisement
advertisement
Kalian pasti sudah tahu kan, kalau sampah plastik itu membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk bisa terurai. Karena itu, permasalahan sampah plastik harus ditangani dengan serius. Bahkan, pemerintah Kabupaten Badung membuat sebuah program khusus untuk menangani sampah plastik, namanya adalah GE.LA.TIK (Gerakan Berkelanjutan Anti Sampah Plastik).

Mungkin kalian juga tau dengan gerakan 3R (Reduse, Reuse, Recyle) yang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia, artinya mengurangi, memakai kembali dan mendaur ulang. Sebagai remaja yang cerdas, kita juga harus peduli dengan masalah-masalah seperti itu. Siapa yang mau hidup di masa depan yang penuh dengan sampah plastik???

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan melakukan daur ulang. Atau kita bisa meniru negara Jepang yang mengolah plastik menjadi slag. Slag adalah bahan bagunan yang dihasilkan dari pelemburan sampah plastik pada suhu 3000 derajat Celcius. Tapi, untuk membuat alat pengolah sampah plastik seperti Jepang, bisa menghabiskan uang sekitar 80 miliyar rupiah.



Kita bisa saja melakukan hal yang lebih mudah, yaitu dengan mengolah sampah-sampah plastik menjadi benda-benda yang lebih bermanfaat seperti, tas, payung, taplak meja dll.

Selain bisa mengurangi limbah sampah plastik, dengan mengolah plastik menjadi benda yang berguna maka kita juga bisa mendapatkan sedikit uang. Uang tersebut bisa kita manfaatkan sebagai tembahan uang jajan di sekolah. Keuntungan lainnya, kita tidak memerlukan banyak modal untuk mengolah sampah plastik. Karena sampah plastik bisa didapatkan secara GRATIS.

Jadi, hal yang dianggap tidak bermanfaat seperti sampah sebenarnya bisa menghasilkan rupiah asalkan kita mau KREATIF.
Advertisement
advertisement
Dari Sampah Jadi Rupiah | Ari Kurniawan | 5

1 Komentar: