Istoria Pedang Jaman Sekarang

Advertisement
advertisement
Setelah sekian lama merenung mau nulis apa, akhirnya aku putuskan untuk nulis istoria aja. Oh ya, Istoria adalah bagian penting dari blog ini. Ada sedikit perbedaan antara Istoria dengan kategori pribadi. Kalau pribadi (mylife), isinya tentang kehidupanku dan apa yang benar-benar aku alami di dunia nyata, dan kalau ada sesuatu yang menarik dan penting, aku juga biasanya menuliskan pandangan serta pendapatku tentang hal tersebut.

Sementara Istoria adalah pojok bebas bagiku untuk menulis semau gue. Istoria artinya adalah cerita atau bahasa Inggrisnya story. Lewat Istoria aku ingin berbagi banyak hal dari banyak sudut pandang, tanpa harus takut dikekang oleh aturan-aturan menulis baku.

Bicara soal aturan, aku pernah denger cerita kalau perang pun ada aturannya. Tapi, yang namanya perang alias pertempuran mengutamakan kemenangan dengan cara apa pun. Jadi, kalau ada yang mau repot-repot nulis aturan baku tentang perang, itu adalah hal yang sia-sia. 

Kalau mau cari contoh gampangnya aja, di Indonesia sering kan ada pertandingan sepakbola. Anggap saja itu sebuah perang, tapi apakah selamanya "perang" itu dilakukan dengan jujur? Memang sudah ada buku dan aturan baku soal tetek bengek sepakbola, tapi apa itu menjamin seluruh pertandingan sepakbola berjalan adil?

Tau nggak, perang yang paling sulit dimenangkan dari jaman dinosaurus makan manusia sampai manusia makan roti dinosaurus adalah perang melawan kebodohan. Apa buktinya? Masih ada sekolah!

Kalau emang kebodohan sudah hilang dari muka bumi ini, sebenarnya yang namanya sekolah dan guru itu tidak ada. Karena semua orang sudah pintar. Tapi, bagiku pintar itu tidak penting. Yap, percuma saja kita menjadi orang pintar kalau pada akhirnya hanya menjadi orang biasa.

Percuma mendapat nilai 100 pada ulangan fisika dan matematika sejak SMP-SMA kalau akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga. Kesalahan terbesar mengapa banyak anak yang berharap jadi orang pintar terletak pada pelajaran kelas 1 SD.


Soal

1. Kita belajar supaya :
a. pintar
b. bodoh
c. cerdas
d. mendapat ijazah

Kebanyakan anak SD pasti akan menjawab A. Mengapa? Karena otak mereka sudah dipetakan kalau belajar itu supaya pintar. Padahal belajar di sekolah selama sekian tahun tujuan akhirnya mendapat ijazah lalu bisa melanjutkan belajar atau bekerja.

Satu lagi pemetaan pikiran yang salah, banyak anak SD yang lebih memilih menjadi orang pintar dari pada menjadi orang cerdas. Padahal, dalam 18 karakter bangsa saja tidak ada tuh yang mewajibkan kita untuk menjadi pintar.

Sebenarnya, kesalahan bukan pada siapa tapi pada apa. Bukan siapa yang membangun konsep pemikiran seorang siswa, tapi apa yang digunakan untuk membangun konsep itu. Percuma saja kalau yang membangun konsep adalah seorang dosen tapi konsep yang dibangun salah dan miring sana-sini.

Percuma saja saya menulis tulisan ini panjang lebar karena pada akhirnya tidak akan ada yang membacanya. Jadi, mulai sekarang cara berpikir terbaik adalah setajam pedang. Karena pikiran yang baik dan kritis adalah pedang terbaik untuk melawan perang jaman sekarang. Perang melawan kebodohan, ketidakadilan dan ketidakmanusiaan.
Advertisement
advertisement
Istoria Pedang Jaman Sekarang | Ari Kurniawan | 5

3 Komentar:

  1. istoria? bukannya historia ya? hmm

    BalasHapus
  2. Atau Euforia? Hmm.

    Btw, memang benar. Perang yang tak akan pernah berakhir itu salah satunya ya perang melawan kebodohan, selain tentunya perang melawan hawa nafsu. :)

    BalasHapus
  3. @ Dinar : Istoria itu bahasa Latin, artinya cerita atau ceritaku. (kayaknya). Kalau historia itu artinya sejarah.. bener nggak ya? hmm

    @ Darin : Euforia itu kalau tidak salah artinya kesenangan. Hawa nafsu itu sepertinya tidak perlu dilawan, tapi hanya perlu dikendalikan.. :)

    BalasHapus