Pacaran Sehat vs Pacaran Sakit

Advertisement
advertisement
Pacaran Sehat bukan berarti pacaran sambil minum jus sayur dan berolahraga di gym. Tapi, pacaran sehat adalah pacaran yang membawa manfaat bagi para pelakunya. Sedangkan pacaran sakit adalah kebalikannya, yaitu malah membawa masalah pada pelakunya. Jadi, setiap remaja seharus mengikuti gaya pacaran sehat.

Tapi, apakah gaya pacaran sehat itu selalu bagus? Apakah gaya pacaran sakit tidak membawa efek positif sama sekali??? Nah, itulah yang akan saya bahas pada postingan kali ini.

Sepertinya, pacaran di kalangan remaja sudah menjadi sebuah rahasia umum yang diketahui banyak orang. Tapi, gaya pacaran remaja sekarang ini sudah banyak yang menjerumus ke gaya pacaran orang barat yang sangat rentan dengan hal-hal berbau S3X. Hal ini tidak lepas dari merosotnya moral para remaja dan hal-hal lain yang terkait.



Pacaran yang sehat sebenarnya mudah saja, kita hanya perlu tetap menjaga jarak dan batasan-batasan dengan si dia. Pacaran sehat sama saja seperti berteman, tapi kita mendapat dan memberikan perhatian serta kasih sayang lebih pada si dia. Biasanya, orang yang memiliki akhlak mulia pasti memilih gaya pacaran sehat.


Sayangnya, salah satu kelemahan gaya pacaran sehat adalah sifatnya yang dianggap monoton (itu-itu saja) dan tidak ada tantangannya. Padahal, jiwa para remaja adalah suka mencari hal-hal baru yang menantang mereka. Dan hal yang menantang itu cenderung bisa melanggar norma dan aturan.

Lalu, bagaimana dengan gaya pacaran sakit???

Gaya pacaran sakit sudah bisa ditebak akan sangat merugikan. Mulai dari kerugian material, misalnnya karena setiap pacaran/kencan selalu ke bioskop, ke mall atau ke tempat-tempat mahal, uang jajan pun habis begitu saja. Dan yang lebih parah adalah kerugian imaterial seperti kehamilan di luar nikah.

Tapi, justru pacaran sakit itu membawa kesenangan lebih pada pelakunya. Hal itu bisa sangat berpengaruh pada mental pelaku karena tidak merasakan stress. (tidak selalu seperti itu).

Kalau begitu, gaya pacaran mana yang lebih baik??? Jawabannya tidak ada!!! Gaya pacaran sehat hanya akan membawa kebosanan yang pada akhirnya menghasilkan kePUTUSan serta membawa sakit hati, sedangkan gaya pacaran sakit hanya membawa kesengsaraan.

Jadi, remaja tidak boleh pacaran??? Siapa bilang?!

Remaja boleh berpacaran, kalau tidak pacaran maka tidak akan nikah, kalau tidak nikah maka tidak kawin, kalau tidak kawin maka populasi manusia bisa berkurang. Intinya, gaya pacaran remaja haruslah KREATIF. Maksudnya, membuat gaya pacaran yang sehat, menguntungkan, bermanfaat, mengasyikan tapi tetap berpegang pada norma dan agama.

Asalkan tidak melakukan hal yang neko-neko, maka tidak ada salahnya berpacaran.

Salam,

-dearryk-
Advertisement
advertisement
Pacaran Sehat vs Pacaran Sakit | Ari Kurniawan | 5

1 Komentar: