Goyangan Gedung Sekolah

Advertisement
advertisement
Hari ini adalah tanggal 13 Oktober 2011, menurut beberapa orang 13 itu adalah angka sial. Sementara itu, hari ini terjadi gempa yang cukup keras di Bali, sekitar 6,8 SR. Entah ada atau tidak hubungan antara tanggal 13 dengan gempa yang terjadi.

Sekitar pukul 11.16 WITA (Waktu Indonesia Tengah), terjadi gempa bumi yang berpusat di 143 km barat daya Nusa Dua pada kedalaman 10 km saja dan dengan kekuatan 6,8 SR. Tapi, kita patut bersyukur karena gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Beberapa menit setelah gempa, beberapa operator telepon seluler tidak berfungsi. Mungkin karena efek getaran gempa, hal itu saya sadari ketika saya berada di sekolah dan berusaha menelpon keluarga yang ada di rumah. Tapi, tidak bisa tersambung.


Saat gempa tadi, saya sebenarnya agak Lola (Loading Lama), saya baru menyadari adanya gempa ketika teman duduk saya, Adhit mengatakan ada gempa. Hampir seluruh warga Sakura panik bukan main, apalagi yang berada di lantai 2. Salah satunya adalah saya.

Ada beberapa anak yang terlihat sangat tenang dan berusaha mendahulukan temannya, saya bingung, apakah dia bermaksud bersifat ksatria atau malah bodoh?

Sayangnya, ada beberapa anak yang menjadi korban. Ada yang kepalanya berdarah karena tertimpa genteng yang jatuh, ada pula yang kakinya terkilir saat berlari menyelamatkan diri. Tapi, untunglah tidak ada yang menderita luka terlalu parah.

Sebenarnya, ada 2 kali gempa yang terjadi. Gempa pertama tidak begitu keras, tapi gempa kedualah yang membuat lebih panik. Sebagai seorang anak yang ikut ekskul jurnalistik, setelah gempa dan merasa agak tenang, saya berusaha berkeliling sekolah sambil mencari-cari berita.

Walaupun kaki masih gemetar, saya berusaha mendekati kerumuman orang-orang yang saya kenali dan mendengarkan cerita mereka. Ternyata mereka juga masih panik dan syok dengan kejadian yang baru mereka alami.

Yang menjadi perhatian saya adalah ada beberapa tembok yang retak karena gempa tersebut, semoga saja cepat diperbaiki agar tidak berbahaya.

Setiap bencana pasti membawa hikmah, dan hikmah dari gempa ini adalah kita harus lebih mengenal lingkungan kita. Seperti kemana arah pintu terbuka, dimana saja letak tangga terdekat, dimana tempat yang aman untuk berlindung, dimana kira-kira ada tembok yang rapuh dan dimana ada genteng yang agak melorot. Semua itu harus kita ketahui dengan mengenal lingkungan kita lebih baik.

Oke, sekianlah tulisan ini. Saya pun masih agak panik karena kacamata saya adalah salah satu korban gempa Bali hari ini. Kacamata saya jadi bengkok. ckckckck...
Advertisement
advertisement
Goyangan Gedung Sekolah | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar