Mencetak Anak yang Suputra

Advertisement
advertisement
Saya memang masih 'kecil' dan mungkin kurang pas untuk menulis tentang hal ini. Tapi, ini adalah ilmu pengetahuan dan lagian tidak ada jorok-joroknya, ini pengetahuan yang boleh diketahui oleh siapapun. Dalam ajaran Veda, dikenal adanya Catur Asrama Dharma yang salah satu tingkatannya adalah Grahasta. Seseorang bisa saja langsung meloncat dari masa Brahmacari (masa menuntut ilmu) ke masa Vanaprasta tanpa melalui Grahasta. Tapi, di masa seperti sekarang sebaiknya mengikuti Catur Asama secara normal.

Tujuan tingkat hidup Grahasta adalah untuk mencetak anak yang suputra (memiliki kesadaran akan Tuhan dan berjalan dalam pondasi Dharma) serta bahu membahu besama pasangan dalam melakukan yajna (korban suci). Orang yang menjalani kehidupan Grahasta dan benar-benar dilandasi Dharma akan selalu berpijak pada kedua tujuan ini, sehingga mereka tidak memilih pasangan berdasarkan harta, kedudukan sosial ataupun fisik semata.



Sebenarya kalau mau membahas lebih mendalam lagi, ada banyak sastra yang menjelaskan tentang masa Grahasta dan rumah tangga. Tapi, saya yakin tidak banyak orang yang mau membacanya. Untuk itulah saya hanya akan menjelaskannya sedikit.


Dalam Veda, proses menghasilkan keturunan disebut Gharbhadana. Tentunya pasangan yang ingin menghasilkan keturunan harus berhubungan badan. Veda memberikan aturan yang sangat ketat dalam proses hubungan badan ini. Veda sebenarnya tidak melarang untuk berhubungan badan selain untuk menghasilkan keturunan, tapi hanya mengingatkan bahwa kesenangan seperti itu akan memperkuat ketertarikan seseorang pada dunia material.

Veda menggariskan aturan-aturan khusus dalam proses mencetak seorang anak. Dikatakan bahwa proses mencetak anak yang tepat adalah pada masa subur sang istri atau pada pertengahan masa haid, misalnya jika siklus haid sang istri adalah 28 hari. Maka sekitar 14 hari setelah haid adalah hari yang tepat. Tapi, harus diperhatikan agar tidak bertepatan dengan :

1. Malam kesebelas (ekadasi) dan ketigabelas (trayodasi) pada setiap bulannya.
2. Hari-hari puasa (vrata), bulan penuh (purnima) dan bulan baru (amavasya)
3. Selama tithi astami dan tithi caturdasi (tithi kedelapan belas dan keempat belas etiap bulannya)
4. Ketika salah satu atau kedua suami istri dalam kondisi sakit.
5. Ketika istri sudah dalam kondisi hamil
6. 96 jam (4 hari) pertama setelah haid.
7. Pada saat sandya (sandikala)

Mengacu pada Bhagavata Purana 3.14.23 yang mengisahkan kehamilan Dhiti, hubungan badan yang ideal dilakukan 3 jam setelah matahari terbenam atau 3 jam sebelum matahari terbit. Selain itu, dianjurkan untuk berhubungan di tempat yang nyaman dan bersih.

Ayur-veda menjelaskan bahwa kelebihan air mani dari sang ayah akan menghasilkan anak laki-laki, tapi kelebihan cairan dari sang ibu akan menghasilkan anak perempuan. Dikatakan pula, tanggal genap adalah hari baik untuk mendapat anak lelaki dan tanggal ganjil untuk mendapat anak perempuan.

Mungkin diatas hanya sekedar pengetahuan umum saja dan kurang lengkap, untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi :

narayanasmrti.com - Resep mencetak anak suputra
Advertisement
advertisement
Mencetak Anak yang Suputra | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar