Dari Eksploitasi Jadi Eksplorasi

Advertisement
advertisement
Berawal dari Twitter, saya tidak sengaja melihat twit dari beberapa musisi asal Bali seperti JRX (SID) dan XXX (Triple X) [Bali]. Mereka mengatakan kalau akan manggung di sebuah hotel dalam rangka sebuah acara yang disebut Bali Creative Festival. Saya pun penasaran dengan acara tersebut. Mumpung online, saya pun mengunjungi website resmi acara tersebut.

Bali Creative Festival ternyata adalah sebuah acara atau lebih tepatnya sebuah gerakan bersama yang sudah memasuki tahun kedua dimana tujuannya adalah memaksa segenpa masyarakat untuk mencari cara alternatif untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.



Hal ini didasari pada fakta bahwa Bali sekarang ini adalah salah satu tujuan wisata kelas dunia yang memaksa pulau Bali dieksploitasi tanpa batas secara fisik. Padahal pulau Bali memiliki daya tampung yang terbatas dan eksploitasi berlebihan pada pulau ini akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Contoh nyatanya bisa dilihat di Badung dan Denpasar yang sudah dipaksa menjadi metropolis.

Yang saya sukai dari gerakan ini adalah pemikiran utamanya, yaitu mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini hanya bisa mengeksploitasi sumber daya alam menjadi mengeksplorasinya. Memang ada bedanya ya? Tentu ada!

Pulau Bali memang pulau yang sangat kecil jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Bahkan di Bali tidak punya tambang minyak apalagi tambang emas. Tapi, Bali memiliki budaya dan alam yang lumayan menarik untuk dikunjungi, itulah yang menjadi 'tambang emas' bagi Bali.

Seiring dengan datangnya para wisatawan ke Bali, tidak sedikit yang memilih untuk menetap lebih lama di Bali. Hal itu membuat banyak sekali bangunan baru yang berdiri di atas tanah pulau Bali setiap tahunnya, belum lagi para pendatang yang mengadu nasib di pulau kecil ini.

Jadi, bukanlah hal yang aneh jika ruang terbuka di pulau ini semakin sedikit. 'tambang emas' Bali yaitu keindahan alam dieksploitasi dengan cara digantikan dengan hutan beton. Jika terus dibiarkan, beberapa tahun lagi pulau Bali bisa menyaingi Jakarta.

Andaikan 'tambang emas' itu dieksplorasi secara maksimal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar serta menjadikan usaha-usaha kreatif sebagai salah satu tujuan wisata utama. Maka keasrian pulau Bali mungkin tidak akan pernah hilang.

Begitu pula di daerah lain, terutama yang memiliki tambang. Eksploitasi secara berlebihan hanya akan membawa bencana di masa depan, merelakan masa depan demi uang adalah hal yang salah. Bahkan ada beberapa perusahaan tambang yang membiarkan begitu saja lubang bekas tambangnya. Bukankah seharusnya dikembalikan seperti semula??

Menurut saya intinya sederhana,

"Jangan hanya bisa menggunakan, gunakan dan gunakan saja. Tapi, bagaimana kita bisa memanfaatkan, mengembangkan, menjaga dan melestarikan diwaktu yang bersamaan. Itulah yang namanya kreatif, bukan sekedar eksploitasi tapi eksplorasi."
Advertisement
advertisement
Dari Eksploitasi Jadi Eksplorasi | Ari Kurniawan | 5

2 Komentar: