Asyiknya Punya Jadwal Belajar

Advertisement
advertisement
Belajar mungkin salah satu kewajiban manusia yang paling abadi, sejak masih bayi hingga sudah tua, manusia akan terus belajar untuk menambah pengetahuan mereka. Begitu pun dengan saya, sampai hari ini saya masih menyisakan 'hutang belajar' setidaknya hingga 2 tahun ke depan di bangku sekolah menengah atas.

Bedanya dengan tahun lalu, untuk tahun ini topik yang akan saya pelajari lebih khusus yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Yap, saya memilih masuk jurusan IPA. Awalnya, saya masih bimbang mau mengambil jurusan IPA, IPS atau Bahasa. Tapi, setelah konsultasi sana-sini dan berpikir ini-itu. Akhirnya, pilihan jatuh pada IPA. 

Tahun ini, saya punya target setidaknya bisa masuk 20 besar di kelas (100 besar di sekolah) saya. Target ini terlalu rendah? Rasanya tidak. Kelas saya hanya terdiri dari 32 orang dimana semuanya ada orang pandai. Karena itulah, saya memasang target yang mungkin diraih. Singkatnya "Saya bukan pesimis, tapi berusaha realistis".

Oke, untuk meraih target itu. Saya menerapkan salah satu 'ajaran' dari teori belajar efektif. Yaitu membuat jadwal belajar, bukan jadwal pelajaran di sekolah. Tapi, jadwal belajar di luar jam sekolah.



Cara membuat jadwal belajar saya kira-kira seperti berikut :

Pulang Sekolah / Sesi 1

Belajar pertama dimulai 1 jam 15 menit setelah saya pulang dari sekolah, jadi waktu dari pulang sekolah hingga mulai belajar digunakan untuk makan siang, beristirahat dan membuat pikiran tenang lagi. 

Waktu belajar di jam pertama ini hanyalah 50 menit (nanti dijelaskan mengapa), saya gunakan untuk mengulas kembali apa yang sudah didapatkan di sekolah. Kalau ada tugas/PR yang cukup mudah dikerjakan, bisa juga dikerjakan pada jam ini. Lalu, beristirahat selama 20 menit. 

Istirahat ini sangat penting, selain untuk mengembalikan stamina juga untuk menenangkan pikiran. Siapa yang bisa belajar dengan baik kalau pikirannya sudah ruwet. Oh ya, batas belajar adalah 55 menit. Karena itu adalah batas maksimal dari kejenuhan pikiran, kalau lebih dari itu, apa yang ditangkap oleh otak akan berkurang. Jadi, belajar tidak akan efektif lagi.

Sesi 2

Jam belajar berikutnya digunakan untuk mengerjakan tugas dan PR yang bisa dikerjakan. Jam ini juga bisa digunakan untuk melatih daya ingat tentang suatu materi atau pun mengulang kembali materi yang kurang dipahami. Kalau ikut bimbel, masukan saja pada jam belajar ini. 

Setelah melalui 2 jam belajar, waktunya istirahat yang agak panjang. Sekitar 1.30 - 2 jam. Bisa digunakan untuk nonton tv, olahraga, main game, makan, mandi atau chatting dengan pacar.

Menjelang tidur / Sesi 3

Jam belajar terakhir adalah saat hari menjelang malam, sekitar pukul 7-8 malam. Bisa digunakan untuk mengerjakan PR yang belum sempat dikerjakan, membaca materi yang akan diajarkan besok, mempersiapkan diri untuk ulangan atau sekedar membaca. Pokoknya, jam ini adalah belajar yang paling santai.

Weekend Time

Bagaimana dengan weekend?? Ehm... saya sendiri kebetulan mengikuti bimbingan belajar selama weekend, jadi masih terus belajar. Sepulang dari bimbel pun saya masih sempat mengulas apa yang didapat di bimbel. 

Puncaknya, bagaimana dengan hari minggu?? Saya juga manusia yang butuh liburan. Jadi, saya gunakan hari minggu untuk berlibur kecuali ada PR/tugas/ulangan yang sangat penting. Maka, saya gunakan jadwal belajar biasa. Kalau tidak ada, biasanya saya belajar jika hari sudah menjelang malam. 

Advertisement
advertisement
Asyiknya Punya Jadwal Belajar | Ari Kurniawan | 5

4 Komentar:

  1. sangat bermanfaat kawan, thanks.. .

    BalasHapus
  2. bagus kawan, hnya anda belum uraikn cara belajar anda per materi shg bisa lebih nyantol di kepala, misalnya anda ingin mnguasai satu materi, apakah cara belajar anda hnya cukup membaca dan membaca? saran saya adalah:
    1. baca materi, sedikitnya ulang 5 kali
    2. buat resume, rumus2 dll yg sesuai materi yg ingin dikuasai
    3. buat soal sesuai materi yg ingin anda kuasai
    4. baca sekali lagi materi dan resume yg anda buat
    5. tutup buku dan kerjakan soal yg anda buat
    lihat hasilnya selamat mencoba (ini saya lakukan saat SMP, SLTA dan kuliah, hasilnya saya belum pernah ranking 3 kebawah alias selali 1 dan 2 )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saran yang bagus sekali, saya memang tidak memasukan cara belajar karena menurut saya cara belajar setiap orang tidak mungkin sama. Jadi, tergantung bagaimana gaya belajar masing-masing, bisa audio, visual bahkan kinestetik.

      Hapus
  3. kawan jadwal yg saya laksanakan mirip anda tapi durasi belajarnya beda, dan pembagian waktu belajar saya buat menjadi 4 sesi;
    1. sesi I plg sekolah
    2. sesi II sore
    3. sesi III malam
    4. sesi IV pagi jam 4

    BalasHapus