Ken & KasKus

Advertisement
advertisement
Ken & Kaskus, Cerita Sukses di Usia Muda... Untuk pertama kalinya, saya berangkat ke toko buku Gramedia di bilangan Jalan Sudirman, Denpasar dengan tujuan mencari sebuah buku. Biasanya kalau ke Gramedia, saya hanya iseng, lalu kalau ada buku yang cover-nya menarik, baru saya beli. Kali ini beda. 

Awal kisah, diawal tahun ini saya udah dapet berita kalau buku tentang Ken, CEO-nya Kaskus akan terbit tahun ini. Apalagi pas di Kaskus muncul pre-order bukunya. Jujur aja, satu-satunya yang membuat saya tertarik awalnya adalah karena bukunya berhubungan sama Kaskus. 

Setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya saya lupa sama masalah buku itu. Eh, baru-baru ini twitter @kaskus nge-tweet tentang buku itu lagi. Nah, mumpung lagi liburan dan ada duit, meluncur deh ke Gramedia. 


Karena saya bukan pembaca yang hebat, untuk membaca buku setebal 300 halaman itu membutuhkan waktu sekitar 5 hari. 

Setelah membaca, saya membagi buku itu menjadi 5 bagian secara garis besar. 

1. Masa sekolah Ken di Indonesia dan Australia
2. Masa kuliah, mengenal Kaskus dan Andrew Darwis di Seattle
3. Masa berinvestasi di Kaskus
4. Masa membawa pulang dan mengembangkan Kaskus di Indonesia
5. Masa setelah Kaskus Playground

Secara singkat, buku Ken & Kaskus menceritakan masa kecil dan masa sekolah Ken, dia dianggap sebagai seorang anak yang cerewet dan terlalu kritis di masa sekolah. Tapi, saat pindah sekolah ke Australia, dia menemukan "dunia" sekolah yang pas baginya. 

Saat melanjutkan kuliah di Seattle, dia bertemu dengan Andrew Darwis yang ternyata sepupu jauhnya sendiri. Akhirnya, dia mengetahui bahwa Andrew adalah pemilik Kaskus, situs yang sangat populer di Indonesia saat itu. 

Setelah beberapa saat ikut mengelola Kaskus sebagai "karyawan tidak resmi", akhirnya Ken tertarik untuk berinvestasi di Kaskus. Dalam buku ini diceritakan bagaimana perjuangan Ken membujuk Andrew untuk membiarkan Ken ikut merawat "bayi" Kaskus, serta perjuangan Ken untuk membujuk ayahnya agar mau memimjamkan modal awal. 

Saat Kakus "pulang kampung" ke Indonesia, banyak masalah yang dihadapi Andrew dan Ken. Bahkan mereka harus sempat berkantor di gang sempit. Mereka juga harus menghadapi tekanan stres kerja. Tapi, itu semua terbayar saat ada suntikan dana dalam jumlah besar untuk Kaskus.

Terakhir adalah masa setelah Kaskus Playground, atau kantor Kaskus saat ini. Sebuah bangunan yang dulunya gedung parkir yang telah menjadi markasnya Kaskus sejak 2011 lalu. 

Itu adalah sedikit tentang buku Ken & Kaskus, kalau mau tau selengkapnya baca aja, tapi ingat beli dulu atau pinjam pada teman yang punya. :)

Advertisement
advertisement
Ken & KasKus | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar