Sang Penjaga Waktu

Advertisement
advertisement
The Time Keeper, sebuah karya sastra karangan Mitch Albom menjadi salah satu buku yang saya pilih untuk mengisi liburan. Bukan karena saya tau siapa itu Mitch Albom atau pernah membaca ulasan tentang buku itu sebelumnya. Pilihan saya jatuh pada The Time Keeper karena buku tersebut punya cover depan dan judul yang menarik.

The Time Keeper menceritakan seorang lelaki bernama Dor yang dikutuk diberikan berkah oleh Tuhan untuk menjadi sang penjaga waktu. Kenapa? Karena dialah orang yang pertama kali menghitung waktu, bahkan bisa dikatakan dia sudah menghitung sebelum kata "waktu" ditemukan.

Dor hidup pada masa dimana seorang raja yang juga teman masa kecilnya bernama Nim sedang membangun sebuah menara yang sangat tinggi, Nim haus akan kekuasaan, jadi dia ingin mencapai langit dan mengalahkan para dewa, kemudian dia akan memerintah dari atas langit.

Mungkin menara yang dimaksud adalah Menara Babel yang didirikan oleh raja Nimrod pada masa Babilonia Kuno. Kira-kira 2350 SM.

Dor sebenarnya anak yang sangat suka menghitung, tapi masanya, menghitung dianggap sesuatu yang aneh. Suatu ketika, raja Nim meminta Dor dan Alli untuk bekerja di menaranya. Tapi, Dor menolak dan akhirnya harus mengasingkan diri di daratan tinggi bersama istrinya Alli.

Mereka hidup sangat kekurangan tapi cukup bahagia dan Dor masih tetap menghitung waktu, hari, bulan bahkan tahun. Tapi, suatu hari Alli terkena penyakit parah dan Dor akhirnya berlari menuju menara tinggi yang didirikan Nim dan mendakinya.

Keinginannya hanya 1, menghentikan SEMUANYA.


Selama kurang lebih 6000 tahun, Dor berada di sebuah gua dan harus mendengarkan keluh kesah dan doa setiap orang di bumi yang memohon tentang waktu. Dia tidak bertambah tua, tidak merasa lapar, haus atau lelah.

Hingga suatu ketika, dia memiliki kesempatan untuk kembali ke masanya dan bertemu istrinya lagi. Dia harus mencari 2 orang di bumi ini yang memohon.

"Satu masa kehidupan lagi" dan "Hentikanlah".

Awalnya dia terjatuh di Eropa, tepatnya di Spanyol. Dengan jam pasir yang dimilikinya, dia bisa memperlambat waktu. Dia belajar banyak hal. Bahkan pengetahuan yang sebenarnya dipelajari dalam 100 tahun, dia pelajari dalam beberapa jam.

Akhirnya, dia menyebrangi Samudra Atlantik dengan berenang dan tiba di sebuah kota, Manhattan. Disana dia belajar lebih banyak hal dan akhirnya bisa berbaur, dia bekerja di sebuah toko jam sambil terus mencari 2 orang yang menjadi misinya.

Mungkin sudah takdir, kedua orang itu datang ke toko jam tersebut. Yang satu adalah seorang pengusaha kaya raya bernama Victor Delamonte yang sedang mengidap kanker dan berharap memiliki "Satu masa kehidupan lagi". Seorang lagi adalah Sarah Lemon, seorang gadis kelas 3 SMA yang berharap "Hentikanlah".

Saat malam tahun baru, Victor akan menjadi pasien krionika dan akan dibekukan sampai ilmu pengetahuan sudah mampu menghidupkannya lagi dan menyembuhkannya. Sementara Sarah merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi setelah lelaki yang dia sukai ternyata hanya kasian pada dirinya, maka dia melakukan bunuh diri.

Dor sempat frustasi melihat 2 orang yang menjadi misinya akan segera meninggal. Akhirnya dia melakukan sesuatu dengan jam pasirnya dan berhasil menghentikan waktu dan menyelamatkan Sarah dan Victor.

Mereka berdua ditunjukan apa yang akan terjadi seandainya mereka benar-benar melakukan hal tersebut. Apa yang akan terjadi bila Sarah berhasil bunuh diri dan Victor benar-benar masuk dalam tabung krionika.

Victor dan Sarah akhirnya sadar betapa waktu itu sangat berarti. Kenapa Tuhan membatasi waktu kita.

Saat tersadar, Sarah berada di ruang ICU rumah sakit bersama Victor yang terbaring di sebelahnya. Sarah bisa sembuh dengan cepat dan dengan bantuan dana dari Victor dia berhasil menjadi ilmuwan yang menemukan obat untuk penyakit Victor. Sementara Victor, hanya bisa bertahan hidup 3 bulan setelah kejadian itu. Tapi, istri Victor, Grace, mengatakan itu adalah hari-hari terbaik bagi mereka berdua.

Dor, kembali ke masanya, menuruni menara Nim dan berlari menuju istrinya. Sekarang dia memiliki penyakit yang sama dengan istrinya. Mereka berbaring bersebelahan dan saling berpengangan sampai akhir.

"Ada sebabnya Tuhan membatasi hari-hari kita. Supaya setiap hari itu berharga" - The Time Keeper
Advertisement
advertisement
Sang Penjaga Waktu | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar