Mengapa Agama Tidak Mati?

Advertisement
advertisement
Banyak pihak mempertanyakan eksistensi agama itu di era teknologi sekarang. Mengacu kepada Hidayat, dia mempertanyakan : "Mengapa agama tidak mati atau mengapa Tuhan tidak pensiun dini, meskipun ilmu dan teknologi mencapai kemajuan yang luar biasa?"

Lebih lanjut dengan mengacu kepada pandangan Prof. Nengah Bawa Atmadja (2012), ada berbagai faktor yang menyebabkan agama tetap eksis di tengah-tengah kemajuan ilmu dan teknologi yang dialami umat manusia.


Pertama, agama sebagai sarana menjaga asas moralitas. Asas moralitas memuat pedoman bertindak agar manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Walaupun sudah ada asas moralitas, namun cita-cita mewujudkan masyarakat yang tertib, aman dan damai tidaklah mudah, karena secara jasmani, manusia berpotensi untuk melakukan kesalahan, baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja.

Kedua, agama sarana untuk memuaskan intelek ingin tahu. Dalam kehidupan manusia sering mengajukan berbagai pertanyaan eksistensial seperti bagaimana asal mula dunia, bagaimana hubungan antara manusia dengan spesies lain serta kekuatan alam lainnya dan lain-lain. Begitu pula manusia sering mengajukan pertanyaan untuk mencari sebab yang terakhir atas masalah yang mereka hadapi.

Agama sering kali menyediakan jawaban yang bisa memuaskan manusia sebagaimana tertuang dalam kitab suci, baik secara tersurat maupun tersirat.

Ketiga, agama sarana untuk mengatasi frustasi. Filsafat rwa bhineda mengajarkan bahwa manusia selalu terjebak pada dua hal yang berlawanan. Berkenaan dengan manusia bisa saja selalu mengharapkan sesuatu yang baik, menyenangkan atau membahagiakan dalam konteks pemenuhan kebutuhan hidupnya, namun realitasnya bisa berbalik, yakni manusia berhadapan dengan situasi yang jelek, tidak menyenangkan atau tidak membahagiakan. Akibatnya, manusia mengalami frustasi.

Keempat, agama sarana untuk mengatasi ketakutan. Rasa takut menyatu dengan kehidupan manusia. Artinya, dalam kehidupannya manusia tidak bisa melepaskan diri secara total dari rasa takut. Apapun bentuk ketakutan yang dialami manusia, apalagi karena sesuatu yang niskala, memerlukan penanggulangan agar kedamaian hidup terwujud.

Untuk itu manusia secara mudah mencari kekuatan yang bisa mengatasi rasa takutnya, yakni Tuhan. Sebab agama memberikan jaminan bagi pembebasan manusia dari rasa takut karena objek nyata (sekala) maupun objek niskala.

(Dikutip dari Majalah Raditya Edisi 194 - September 2013, "Kemajuan IPTEK Musnahkan Agama?")
Advertisement
advertisement
Mengapa Agama Tidak Mati? | Ari Kurniawan | 5

1 Komentar:

  1. karena agama mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk mengatur teknologi. ^_^

    BalasHapus