Kunci Sukses Ala Pak Harto

Advertisement
advertisement
Soeharto atau Pak Harto, presiden kedua Republik Indonesia ternyata memiliki kunci sukses dalam hidupnya. Kunci suksesnya ternyata berasal dari prinsip-prinsip hidup yang didapatkan dari Ayah tirinya, Atmopawiro dan pamannya, Prawirodiharjo.

Siapa sangka, dengan mengamalkan prinsip-prinsip hidup yang telah didapatkan sejak kecil. Pak Harto bisa memimpin bangsa ini selama 32 tahun dengan cukup baik. Mari lupakan sejenak pro-kontra tentang Pak Harto dan pelajari kunci sukses ala Pak Harto.


Aja Kagetan, aja gumunan dan aja dumeh

Ajaran tiga "Aja" ini berasal dari falsafah Jawa. Artinya kira-kira, jangan kagetan, jangan mentang-mentang. Ajaran ini menjadi penegak diri bagi Pak Harto ketika ada persoalan yang mengguncang kehidupannya.

Inti dari ajaran ini adalah menanamkan sikap sabar, tenang, dan tidak sombong. Bila ingin berhasil dalam kehidupan bermasyarakat, keyakinan pada diri sendiri harus dipupuk dan dibina. Jangan sombong saat sedang diberikan amanah memegang jabatan tertentu.

Hormat kalawan gusti, guru, ratu lan wong atuwa karo

Artinya hormat pada tuhan, guru, pemerintah dan kedua orangtua. Ratu bukan melambangkan perorangan tapi melambangkan nusa dan bangsa. Jadi, kita mengabdi pada seorang presiden tapi pada bangsa ini.

Wong atuwa karo bukan hanya kedua orangtua kandung tapi juga mertua dan saudara yang lebih tua.

Sa-Sa-Sa

Falsafah Sa-Sa-Sa atau "Tiga Sa" yaitu Sabar atine, Saleh Pikolahe, Sareh Tumindake. Kalau diartikan kira-kira selalu sabar, selalu saleh dan taat beragama serta selalu bersikap bijaksana.

Sejak kecil Pak Harto sudah belajar agama bersama pamannya. Dia juga dekat dengan ilmu kebatinan, ilmu kebatinan adalah untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, bukan ilmu klenik.

Mikul dhuwur mendhem jero

Artinya adalah menjunjung tinggi-tinggi dan membenam dalam-dalam. Ini adalah pribahasa yang mengajarkan cara seorang anak berbakti pada orangtuanya. Seorang anak harus mampu menjaga nama baik orangtua serta jasanya kepada negara.

Sebaliknya, kesalahan orangtua tidak perlu diungkit-ungkit oleh anak. Lebih baik jika dimaafkan. Seorang anak juga harus memperlakukan orangtua dengan baik semasa hidup dan ketika sudah meninggal.

Prinsip ini juga dia ajarkan pada anak-anaknya.

Sugih tanpa badha

Lengkapnya "Sugih tanpa badha, nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji dan menang tanpa ngasorake". Artinya kaya tanpa kekayaan, menyerbu tanpa bala tentara, kuat perkasa tanpa ajian dan menang tanpa ada yang merasa dikalahkan.

Sugih tanpa badha punya arti segala perbuatan manusia harus didasarkan keikhlasan dan tanpa pamrih. Nglurug tanpa bala bisa diartikan merasa diri berharga bukan karena ditakuti tapi karena kemampuan untuk setia pada apa yang diyakini.

Bagaimana? Setiap orang punya kekurangan dan kelebihan bukan. Memang sih Pak Harto adalah mantan presiden yang masih penuh pro-kontra tapi bukan berarti tidak ada hal baik yang bisa kita pelajari dari Pak Harto kan???
Advertisement
advertisement
Kunci Sukses Ala Pak Harto | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar