Sayonara Djarum Sirnas 2013 Bali

Advertisement
advertisement

Sayonara Djarum Sirnas 2013 Bali

Tidak terasa kalau Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2013 di pulau Dewata, Bali sudah selesai. Sayangnya karena sibuk dengan acara keluarga dan di sekolah ditambah kesehatan yang minggu lalu kurang baik, saya tidak menyaksikan setiap laga.

Tapi, bukan berarti laganya tidak berlangsung seru. Di hari pertama, saat saya kesana. Bisa dikatakan masih “kurang panas” mungkin karena masih babak penyisihan (kualifikasi), jadi kebanyakan yang menonton adalah anggota keluarga, kerabat atau teman-teman dari pemain yang bertanding.

GOR Lila Bhuana berhias cukup cantik untuk menyambut para pemain dan penonton, di depan pintu masuk juga ada marchendise store dari Djarum Sirkuit Nasional 2013. Penjaganya cantik-cantik lho 

Jadi, kesimpulannya hari pertama  pertandingan yang berlangsung “kurang panas” karena kebanyakan adalah pertandingan untuk babak kualifikasi.

Hari kedua, saya tidak kesana karena memang kondisi yang super buruk dan tidak mungkin memaksakan diri untuk kesana. Hari ketiga, tepatnya tanggal 10 Oktober 2013. Saya sempatkan kesana hanya untuk menonton jagoan saya, Dian Fitriani (Jaya Raya Jakarta) yang bertanding di kelas Tunggal Dewasa Putri (TDI) melawan Faujia (Hiqwa).

Pertandingan antara Dian dan Faujia menurut saya yang awam dengan bulutangkis ini sih cukup seru, tapi berlangsung cepat. Kalau tidak salah, hanya butuh setengah jam bagi Dian untuk mengakhiri perlawanan dari Faujia.

Hari berikutnya saya kesana adalah sewaktu semifinal. Lagi-lagi, saya datang hanya  untuk menonton pertandingan Dian Fitriani. Saat saya sampai sepulang dari bimbingan belajar, sudah babak kedua. Babak pertama Dian menyerah dari Ganis (Pertamina) 21-9.

Sayangnya, langkah Dian terhenti di semifinal. Yah…. Tapi, semoga di seri berikutnya bisa naik podium lagi.

Hari terakhir alias babak final, buat yang tidak bisa menyaksikannya secara langsung sebenarnya bisa menyaksikan melalui TVRI yang berbaik hati memberikan siaran langsung. Saya sendiri sedikit sedih melihat babak final di Sirnas Bali 2013 kali ini. Kenapa? Bali sebagai tuan rumah tidak bisa berbicara banyak di babak final ini. Dimana kebanyakan juara masih didominasi oleh klub bulutangkis dari pulau Jawa seperti Djarum Kudus dan Mutiara Bandung. Memang sih tuan rumah Bali menempatkan Jery dan Rexy (PBSI Badung) di Ganda Remaja Putra dan Made Deya (Pelatprov Bali) di Tunggal Remaja Putri.

Namun, mereka masih belum bisa meraih juara di seri kali ini. Kesedihan saya sedikit terobati ketika tau bahwa jagoan saya, Dian Fitriani berhasil meraih juara di kelas Ganda Dewasa Putri dimana dia berpasangan dengan Nadya Melati.

Semoga tahun depan,  Djarum Sirkuit Nasional kembali berkunjung ke pulau Dewata dengan promosinya lebih cetar lagi biar yang nonton lebih banyak lagi. Banyak kok yang suka nonton, sayangnya mereka masih banyak yang tidak tau.

Advertisement
advertisement
Sayonara Djarum Sirnas 2013 Bali | Ari Kurniawan | 5

1 Komentar:

  1. karena saya gak bisa nonton langsung akhir nya saya nonton melalui tvri. ^^

    BalasHapus