Jalan Panjang Panic! At The Disco

Advertisement
advertisement
Udah lama kayaknya nggak bahas tentang musik ya, sekarang saya mau membahas tentang salah satu band yang saya rasa punya perjalanan panjang dalam waktu singkat. Panic! At The Disco (P!ATD). Band ini sudah banyak gonta-ganti pacar personil sejak pertama kali dibentuk pada 2004 lalu.

Band asal Las Vegas, Amerika Serikat ini awalnya dibentuk oleh Ryan Ross yang bermain gitar dan bernyanyi dan Spencer Smith yang bermain drum. Keduanya adalah teman masa kecil dan bersekolah di sekolah yang sama. Lalu, mereka mengundang Brent Wilson untuk bermain bass dan Brendon Urie untuk mencoba gitar. Band ini awalnya akan meng-cover lagu dari Blink-182.

Album pertama yang bertajuk A Fever You Can't Sweat Out dirilis pada 27 September 2005 dengan single andalan "I Write Sins, Not Tragedies". MV dari single tersebut bisa kalian temukan di YouTube. Video tersebut mendapat beberapa penghargaan seperti MTV Music Video Awards tahun 2006.

Albumnya sendiri mendapat banyak pujian tapi juga banyak dikritik karena dianggap tidak kreatif dan original.

Tahun 2006, mereka memecat Brent Wilson dan digantikan oleh Jon Walker. Sejak saat itu, musik Panic! At The Disco benar-benar berubah. Tahun 2008, album kedua dengan judul Pretty. Odd. dirilis dengan lagu andalan "Nine in The Afternoon".



Sayangnya, setelah itu,  pada Juli 2009, Ryan Ross dan Jon Walker pergi untuk membentuk band baru dengan nama The Young Veins. Meninggalkan Brendon Urie dan Spencer Smith.

Dengan formasi duo ini, Urie dan Smith masih sempat mengeluarkan single "New Perspective" yang menandakan bahwa Panic! At the Disco belum habis. Buktinya, album ketiga mereka dengan judul Vices & Virtues berhasil diselesaikan dan dirilis pada 22 Maret 2011.

Lagu seperti "The Ballad of Mona Lisa" dan "Ready to Go" berhasil mengembalikan Panic! at the Disco ke posisi awal mereka.


Pada 2012, mereka menjadikan Dallon Weekes sebagai anggota tetap setelah sebelumnya menjadi bassit selama tour mereka.

Tahun 2013 ini, Panic! At The Disco kembali merilis album barunya bertajuk "Too Weird to Live, Too Rare to Die!" dengan single andalan "Miss Jackson".

Apa yang saya sukai dengan Panic! At The Disco adalah lagu mereka yang genre-nya susah dijelaskan. Seperti campuran antara pop, emo, rock, punk sampai aliran yang kurang saya tau sepoerti Baroque Pop dan Vaudeville.

Selain itu, MV di masa awal seperti "Nine in The Afternoon", "I Write Sins, Not a Tragedies" dan "The Ballad of Mona Lisa" benar-benar menunjukan aliran Vaudeville mereka. Keren deh pokoknya.
Advertisement
advertisement
Jalan Panjang Panic! At The Disco | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar