Sisi Lain Ganja yang Perlu Kamu Tahu

Advertisement
advertisement
Ganja / Marijuana / Cannabis / Hemp bisa dikatakan sebagai tanaman paling legendaris dalam peradaban manusia. Bagaimana tidak, selama ribuan tahun, tanaman ini dimanfaatkan habis-habisan untuk pengobatan hingga pakaian. Tiba-tiba, 100 tahun belakangan ini malah dianggap ilegal di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kenapa saya tertarik membahas soal ganja? Bukan karena saya seorang penghisap ganja atau pengedar. Tapi, saya tergelitik karena teringat bahwa pernah ada gerakan Legalisasi Ganja di Indonesia serta membaca sebuah artikel dari ApaKabarDunia.Com (Sejarah Ganja, Sebagai Obat selama Ribuan Tahun Hingga Diharamkan saat ini)



Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia disebutkan sebagai berikut : 

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Ganja)

Perhatikan bagian yang saya beri warna merah. "Penghasil serat"? Ya, mungkin lebih banyak orang mengenal ganja sebagai tanaman ilegal karena kandungan zat narkotikanya, tapi kenyataan bahwa ganja adalah tanaman penghasil serat berkualitas terbaik tidak bisa dibantah.

Tentang ganja sebagai penghasil serat dengan kualitas terbaik. Serat ganja SEHARUSNYA bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas, pakaian hingga plastik organik yang bisa terurai secara alami di alam. Sayangnya, plastik saat ini berasal dari minyak bumi yang emang sih bisa terurai di alam tapi butuh waktu ratusan tahun. 1 poin positif untuk ganja.


 Selain itu, KATANYA sih ganja termasuk dalam 1 dari 5 tanaman suci yang disebut dalam kitab Atharwa Weda (kitab pengobatan Hindu yang ada sejak ribuan tahun lalu). Saat ini, penggunaan ganja untuk keagamaan masih bisa ditemukan di India terutama oleh para Sadhu.

Selain dalam Atharwa Weda, penggunaan ganja dalam kehidupan masa lalu juga ditemukan di peradaban Cina Kuno, Jepang Kuno, Mesir Kuno, Persia bahkan Eropa. Di masa lalu, ganja banyak dipakai sebagai bahan pakaian, pengobatan dan bahkan kertas. 1 poin lagi untuk ganja.

Lukisan kuno di gua Jepang tentang Ganja
 Kontroversi terbesar dari ganja yaitu bijinya ternyata bukan hanya sebagai bahan halusinogen yang membuat gembira tapi juga sumber bahan bakar nabati. Ya, sama seperti buah jarak yang sudah dimanfaatkan di Indonesia. Bahan bakar dari biji ganja ini sudah ditemukan sejak 1937.

Selain untuk bahan bakar, minyak yang dihasilkan dari ganja juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan bisa menyembuhkan kanker. Asalkan dengan dosis yang telah dianjurkan oleh dokter. 1 poin lagi untuk ganja. 1 poin untuk ganja.

Dengan semua kelebihannya itu, bukankah seharusnya ganja dilegalkan saja? Ehm... Saya pikir tidak 100% benar.

Saya membaca sebuah artikel berjudul "BNN : Legalisasi Ganja Itu Konyol" di portal berita Tempo.

Disana, ada pendapat dari Budyo Prasetyo yang saat itu merupakan Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat mengatakan :
"Legalisasi ganja itu konyol, tidak masuk akal. Penggunaan rokok aja yang masih jelek,"
(Pak, kalau tau rokok itu jelek, kenapa dilegalkan?)


Sssttt... Bukan itu, ada 1 komentar beliau lagi yang membuat saya berpikir apakah Indonesia sudah waktunya melegalkan ganja?

"Tingkat pendidikan masyarakat, kata Budyo, di suatu negara ikut mempengaruhi perilaku dan kesadaran menentukan pilihan dalam memakai ganja. Negara lain mungkin saja bisa melegalkan ganja, namun jika itu diterapkan di Indonesia akan berakibat buruk."

Oke, anggaplah ganja ilegal. Terus??? Apa??



Sekarang, anggap ganja legal tapi seperti yang terjadi di Washington. Dimana ganja hanya boleh dibeli sebagai "rekreasi" oleh orang dewasa berusia diatas 21 tahun dalam jumlah tertentu.

Emang sih, bakal ada banyak "penyalahgunaan" diawal-awal. Tapi, jika pengawasannya bagus, barang yang legal itu akan lebih mudah diawasi. Buktinya? Pengawasan terhadap rokok dan miras lebih mudah dari pengawasan narkoba kan?

Indonesia punya potensi yang lebih besar untuk menanam ganja kualitas terbaik dari negara mana pun. Kalau emang mau melegalkan ganja, manfaatkan seratnya dan minyaknya. Ganja itu bukan cuma 1 jenis, seperti pohon pisang, ganja itu ada beberapa jenis. Tanam saja yang punya kandungan zat narkotik paling rendah.

Apakah setelah ini saya akan mendukung legalisasi ganja? TIDAK! Menurut saya, jika ganja dilegalkan saat ini, maka penyalahgunaannya akan lebih besar dari pemanfaatannya. Emang sih saat ini belum ada laporan di dunia yang menyatakan ada orang yang meninggal karena ganja.

Tapi, menurut saya masyarakat Indonesia memang belum siap dengan legalisasi ganja. Mungkin butuh sosialisasi secara intensif selama 3-5 tahun. Sekian.



Referensi :

www.apakabardunia.com/2014/01/sejarah-ganja-sebagai-obat-ribuan-tahun.html

http://www.tempo.co/read/news/2013/06/06/064486139/BNN-Legalisasi-Ganja-Itu-Konyol

www.apakabardunia.com/2014/01/sejarah-ganja-sebagai-obat-ribuan-tahun.html

http://indocropcircles.wordpress.com/2014/01/03/ganja-sebagai-obat/

Advertisement
advertisement
Sisi Lain Ganja yang Perlu Kamu Tahu | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar