DreadOut, Ini Baru Seram

Advertisement
advertisement
15 Mei 2014 menjadi tanggal yang ditentukan oleh Digital Happiness untuk merilis game horor buatan mereka, DreadOut di Steam. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya game yang terinspirasi dari Fatal Frame ini bisa dimainkan bagi para pecinta horor. DreadOut bisa dikatakan sebagai game "Back to Old School" yang menawarkan atmosfer horor ala tahun 90-an.

DreadOut bercerita tentang anak-anak SMA yang melakukan karyawisata ke sebuah desa terbengkalai. Tokoh utama bernama Linda adalah salah satu siswi SMA dari kelompok tersebut. Saat masuk ke sebuah sekolah, mereka terpisah. Hanya dibekali telepon genggamnya, dia harus mencari teman-temannya dan jalan keluar.

Terdengar seperti dasar cerita sebuah film horor bukan?


Beberapa hantu dalam DreadOut dibuat kasatmata alias tidak terlihat. Lalu, bagaimana melihat dan mengalahkannya? Gunakan telepon genggam milik Linda. Sederhana bukan? Tapi, untuk benar-benar mengerti bagaimana gameplay-nya, lebih baik mainkan sendiri dan baca panduannya karena game ini sepertinya tidak memiliki in-game tutorial.

Tingkat horor dari DreadOut meningkat karena jarak pandang yang dibuat terbatas dan suasana ruangan yang benar-benar gelap, jadi kadang kita harus menebak-nebak, disana ada apa. Belum lagi letak benda yang dibuat "berantakan rapi".

Unsur paling penting dari game-game bergenre horor adalah jumpscare. Kebanyakan game horor sekarang, selain Silent Hill tentunya memberikan jumpscare dengan suara keras secara tiba-tiba tanpa tahu apa yang terjadi.

Untuk DreadOut, unsur jumpscare-nya mirip Silent Hill yaitu bertahap, pelan-pelan dan tidak murahan. Suara yang muncul tidak keras dan mengangetkan, tapi dibuat samar-samar. Walaupun jumpscare pertama baru bisa dirasakan setelah bermain selama 15 menit. Tapi, itu tidak masalah kan?

"Lengser Wengi" menjadi semacam lantunan wajib dalam game ini. Belum lagi beberapa hantunya yang "Indonesia Banget". Oh ya, katanya game ini bisa saja akan diadaptasi menjadi film jika sang produser setuju.
Advertisement
advertisement
DreadOut, Ini Baru Seram | Ari Kurniawan | 5

0 Komentar:

Posting Komentar